IKLAN

Akun FB Wali Kota Tebingtinggi Dipenuhi Keluhan Layanan Air Bersih: Urusi Kolam Renang Biar Lancar, Air PDAM Malah Kering

TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Narasi tentang “penyegar lebaran” yang diposting di beranda akun facebook “Irdian Saragih” (Walikota Tebingtinggi) mendadak berbalik arah. Alih-alih menuai apresiasi atas “kunjungan pencitraan” ke kolam renang yang Ia unggah, justru menjadi “panggung terbuka” ungkapan keluhan warga yang selama hari-hari lebaran menghadapi buruknya pelayanan air bersih PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi.

Berdasarkan amatan media Sumutpost.id di akun Facebook Walikota Tebingtinggi itu, Kamis (26/3/2026) netizen mengeluh tentang air PDAM Tirta Bulian yang kering tidak mengalir ke kran rumah pelanggan. Ada pula yang mengeluh air PDAM berbau lumpur.

“Bayarannya mahal x,” tulis seorang warga netizen singkat di kolom komentar postingan Irdian Saragih yang “menghantam” inti persoalan tentang mahalnya tarif tanpa jaminan layanan yang baik dan memuaskan pelanggan PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi.

Ada pula yang mengungkap dugaan gangguan serius. “Katanya kabelnya ada yang terbakar”. Namun bagi warga, penyebab teknis bukan lagi soal utama. Yang mereka rasakan adalah dampaknya.

“Tolong pak wali, air PDAM mati. Kami butuh air dan sangat butuh. Pas lebaran gini, bisa pula air mati. Kalau kabel rusak, langsung dibetulin, bukan mengatur. Karena kami bayar tiap bulan bukan sedikit,” tulis warga lain dengan nada yang tidak lagi sekadar mengeluh, melainkan menuntut.

Nada getir juga muncul. “Dua hari tak ada air, macam manalah kota tercintaku ini pak”.

Lebih jauh, situasi di lapangan bahkan sudah masuk kategori seperti darurat kebutuhan dasar. “Air PDAM mati dari semalam sore sampai sekarang belum hidup. Masih banyak keluarga di rumah, masih suasana lebaran pak wali”.

Dari Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan juga muncul keluhan. “Airnya kecil, kadang nggak naik ke wastafel, udah gitu jorok, bau lumpur lagi. Tolong pak ditinjau lagi pengolahan air PDAM dan tolong segera diperbaiki air PDAM yang sudah dua hari mati ini pak”, begitu tulisan netizen di kolom komentar.

BACA JUGA..  Kadis Kominfo Tebingtinggi Klarifikasi Dan Bantah OTT, Kabid Humas Poldasu: Benar Ada OTT

Begitu juga dari Kelurahan Tambangan Hulu, Gang Emas, hingga titik lain, laporan serupa juga mengalir tentang air PDAM yang tidak hidup.

“Pak Irdian Saragih, tolong pak, air PDAM mati udah dari kemarin. Maaf pak mau buang air pun harus pake air minum pak. Tolonglah pak. Piring kotor dan pakaian kotor udah menumpuk. Segera cari solusi pak. Setiap bulan selalu mahal kami bayar, tapi kami mau pake air pun susah”.

Puncaknya, komentar yang terlihat miris, “Pak walikota yang baik. Tolong ditinjau dulu air PDAM nya pak. Udah dari semalam mati, gak mandi dan gak BAB kami ini pak. Kami tahan pak dari BAB. Sampai BAB gak berani kami untuk mengeluarkannya pak. Gak ada lagi air kami buat menyiramnya”.

Terkait hal ini, bukan lagi soal keluhan biasa, melainkan bentuk “potret kegagalan” Pemko Tebingtinggi terhadap layanan dasar yang menyentuh langsung hajat hidup warga Kota Tebingtinggi. Tak heran jika keluhanpun berubah menjadi kritik. “Tolong pak, habis ngurusi air kolam renang, urusi juga itu air PDAM. Kenapa sudah dua hari belum hidup juga”, sebut komentar netizen lainnya.

Walkot: Segera Saya Perintahkan Sekda Panggil 2 Calon Direktur PDAM

Di tengah tekanan publik yang memuncak, Iman Irdian Saragih turut merespons di kolom komentar. Namun bukan dengan bahasa normatif, melainkan dengan nada yang cukup keras.

BACA JUGA..  Ibu dan Anak Tewas Ditimpa Pohon Tumbang di Hamparan Perak

Dalam balasannya, ia menyatakan, “Sore ini saya perintahkan langsung Pak Sekda panggil kedua Calon Direktur PDAM untuk melakukan perbaikan sekarang juga dan menekankan jangan dibuat mainan pelayanan kepada publik, karena kekosongan Direktur PDAM Definitif.” tulis Irdian Saragih di kolom komentar.

Balasan komentar Irdian Saragih sontak mendapat tanggapan dari Tokoh Pemuda Kota Tebingtinggi, Aswadi Simatupang.

“Aneh bin Ajaib Walikota ini. Soal pelayanan air bersih kok dibebankan tanggungjawabnya kepada Calon Direktur. Apa gunanya ada Plt. Direktur di situ. Yang ditegur itu seharusnya adalah Plt. Direktur bukan Calon Direktur”, ujar Aswadi ketika dimintai responnya.

Menurut Ketua BKPRMI Kota Tebingtinggi itu, Pemerintah Kota Tebingtinggi harus serius menyelesaikan persoalan pelayanan air bersih PDAM Kota Tebingtinggi.

“Persoalan PDAM dari dulu sampai sekarang masalahnya itu ke itu saja, tidak pernah kunjung selesai. Kurangi dong kegiatan seremonial, karena warga sudah muak dengan seremonial, yang diperlukan hari ini action solusi cepat atas persoalan mendasar yang dialami warga”, ujarnya.

Terkait ini, Plt. Direktur PDAM Kota Tebingtinggi, Roy Abdul Rahman ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih terus melakukan perbaikan tekhnis agar distribusi air bersih dapat kembali mengalir secara maksimal.

“Memang kemarin ada kabel induk di WTP (Water Treatment Plant), tempat Instalasi Pengolahan Air Bersih yang berada di Jl. Kutilang terbakar. Sekarang sudah kita perbaiki, namun sampai saat ini distribusi ke pipa induk belum penuh, sehingga pipa air yang mengalir ke rumah pelanggan belum maksimal. Siang ini akan kita cek kembali”, ujar Roy Abdul Rahman.

Namun begitu, dirinya tetap mengucapkan terima kasih atas sejumlah keluhan yang disampaikan dari para pelanggan. “Jumlah personil kami bisa saja tidak semua bisa dapat menjangkau informasi keluhan, jadi kami tetap sampaikan terima kasih, karena dengan begitu kami bisa cepat melakukan tindakan perbaikan pelayanan air bersih yang dikeluhkan pelanggan”, ujar Roy dari seberang HP nya.

BACA JUGA..  Pj Wali Kota Tebingtinggi Hadiri Rakernas Apeksi Balikpapan

3 Bulan Walikota Tidak Lantik Direktur PDAM Definitip

Di balik penjelasan Plt. Direktur PDAM Kota Tebingtinggi itu, tetap terselip persoalan struktural tentang lamanya kekosongan jabatan Direktur Definitif di PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi yang terjadi saat ini. Karena sudah sekian lama, pucuk pimpinan PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi masih dijabat oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt) Roy Abdul Rahman, padahal berdasarkan informasi yang diperoleh awak media ini, tertanggal 6 Januari 2026 silam (3 bulan lalu), Pemerintah Kota Tebingtinggi sudah mengumumkan tiga nama hasil dari Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bulian Kota Tebingtinggi periode 2026-2031 yang dihasilkan oleh Panitia Seleksi, diantaranya Hadi Sucipto, ST; Edi Suwito, ST dan Muhammad Faham, ST. Namun, Walikota Tebingtinggi selaku pemilik otoritas penentuan atas pengangkatan Direktur Difinitif hingga sampai saat ini belum juga menetapkan hasilnya.

“Dalam tata kelola pelayanan publik, kekosongan kepemimpinan akhirnya bukan lagi sekadar administratif. Ia sering menjadi pintu masuk bagi lemahnya kontrol, lambannya respons, hingga tidak menutup kemungkinan munculnya “carut-marut” operasional maupun management dari sebuah perusahaan milik pemerintah daerah”, jelas Aswadi Simatupang kembali.

Kini, publik tidak lagi menunggu klarifikasi, melainkan mereka menunggu air bersih dapat mengalir stabil ke rumah-rumah para pelanggan PDAM Kota Tebingtinggi. (msp)