IKLAN

PMPHI Tak Ragukan Dedikasi Edy Rahmayadi Jika Diangkat Jadi Menhan

Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat. (Dok. Pribadi for Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) menilai Edy Ramayadi sosok TNI sejati, lebih mementingkan bangsa dan negara. Ketika berhadapan dengan masyarakat awam, masyarakat intelek/ilmuwan, Edy bisa beradaptasi dan memahami keadaan masyarakat yang dia hadapi.

Hal tersebut dikemukakan Korwil PMPHI Sumut, Drs Gandi Parapat saat ditanya bagaimana PMPHI menyikapi keinginan masyarakat agar Edy Ramayadi diangkat Presiden Prabowo menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) mengganti Sjafrie Sjamsuddin.

BACA JUGA..  Gandi Parapat: Pernyataan LBP Terkait Ijazah Bisa Menimbulkan Minat Generasi Muda Bersekolah Berkurang

“Ya kalau kami menilai, hal itu memungkinkan. Tapi kami selaku pengagum Edy Rahmayadi tidak mampu mempengaruhi Presiden, biarlah presiden Prabowo yang menilai orang-orang yang layak dipakai untuk membangun dan mempertahankan keutuhan NKRI”, sebut Gandi Parapat di Medan, Kamis (11/9/2025).

PMPHI Sumut katanya sangat berharap kepada Presiden agar tidak mau terpengaruh atau menerima titipan seperti yang sekarang. Karena dengan titipan untuk menjadi pembantu Presiden membuat Presiden hampir dapat ‘dilumpuhkan’.

BACA JUGA..  Ditjen Pas Bersama Bareskrim dan BNN Ungkap Jaringan Pengedar Narkoba Beromset Rp2,1 Triliun

“Dengan pergantian beberapa menteri, Presiden Prabowo pasti semakin repot apabila tidak semua dibuang manusia yang seperti musang berbulu domba”, katanya.

Menurut Gandi, semenjak Prabowo menjadi Presiden, ia melihat seperti selalu dinabobokan oleh pembantunya, kecuali Sjafrie Sjamsuddin yang mau melelan pil pahit untuk keutuhan NKRI.

“Edy Ramayadi TNI sejati, lebih mementingkan bangsa dan negara. Ketika berhadapan dengan masyarakat awam, intelek/ilmuwan dia bisa beradaptasi dan memahami keadaan masyarakat yang dia hadapi. Ketika aktif TNI sangat dekat dan memahami prajurit bawahannya. Saat Gubsu jiwa TNI-nya dominan, tapi cepat memahami persoalan masyarakat dan menyelesaikannya dengan sederhana atau kepala dingin”, ujar Gandi Parapat.

BACA JUGA..  Juru Bicara KPK: Tidak Benar Ada Mantan Kapolres Yang Terjerat OTT KPK di Sumut

Jadi atau tidak Edy Rahmayadi menjadi Menhan, kata Korwil PMPHI Sumut, hal itu semua tergantung Prabowo dan Sjafrie Sjamsuddin, namun pihaknya tidak meragukan tanggungjawab dan dedikasi Edy Rahmayadi selama ini. (msp)