MEDAN, Sumutpost.id – Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat mengaku gembira jika Jokowi akan hadir membawah Izajah pada persidangan di pengadilan nantinya.
“Ya kami sangat gembira apabila benar pak Jokowi akan hadir membawah izajah di pengadilan apabila dipanggil. Hal itu menurut kami untuk menyelesaikan teka teki yang sangat mahal dan akan menjadi ringan atau tidak adalagi beban bagi keluarga besar Jokowi terutama bagi Jokowi pribadi”, kata Gandi Parapat kepada wartawan di Medan, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, bila ada yang menggiring Jokowi untuk mencari keuntungan selama in, pihaknya pesankan jangan adalagi menggiring Jokowi untuk mencari keuntungan akhirnya merepotkan Jokowi dan membuat pertanyaan besar.
“Kami harap kepada aparat Jaksa terutama Hakim yang menangani atau menyidangkan kasus izajah dengan tersangka Roy dan Tifa, jangan main-main, jangan jebak pak Jokowi untuk kepentingan pribadi. Ingat sumpah atau janji. Terutama kepada para hakim yang gajinya sangat luar biasa”, katanya.
“Masyarakat luas menahankan penderitaan lapar seperti Guru Honor bergaji Rp 300 /bulan. Kenapa PMPHI membandingkan Gaji Hakim dengan Guru Honor Rp 300 -600/bulan. Ya saya sangat tidak bisa berpikir. Pekerjaan mereka sangat mulia tapi perbedaan kehidupan sangat berbeda”, sebutnya.
Dikatakan, tujuan pak Prabowo menaikkan gaji hakim bukan untuk bermewah mewah atau bisa diatur memutuskan perkara sesuai dengan pesanan, namun agar bekerja sesuai Sumpah dan Janji. Tetapi Presiden Prabowo masih membiarkan Guru Honor orang tak berdaya bekerja untuk kepentingan Bangsa dan Negara.
PMPHI Sumut sangat berharap kepada Presiden Prabowo agar tidak terpengaruh kepada siapapun dalam menjalankan tugas Negara dengan kontrak 5 tahun.
“Dalam situasi apapun PMPHI selalu mendoakan kesuksesan Prabowo, kalau ada menyatakan jangan ada memisahkan Prabowo dengan Gibran, biarkan saja namanya penilaian. Kita harus paham bobot Presiden dengan Wakil Presiden bisa dinilai sangat berbeda.”, tutup Gandi. (msp)







