TAPTENG, Sumutpost.id – Warga Desa Hutaginjang, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mengatakan Puskesmas Kedai Tiga Barus itu dulunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Barus.
RSUD Barus tersebut dibangun pada masa pemerintahan Raja Bonaran Situmeang sebagai Bupati Tapteng, dan diresmikan pada Mei 2014. Berubah jadi Puskesmas pada massa Bupati sebelumnya.
“Tetapi, pada masa pemerintahan setelahnya, RSUD Barus diturunkan statusnya menjadi Puskesmas Kedai Tiga Barus,” kata warga seraya tertawa dihadapan calon Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu dan wakilnya, Mahmud Effendi Lubis, Rabu 24 Oktober 2024.
Diketahui, RSUD Barus yang turun kelas menjadi Puskesmas Kedai Tiga Barus itu berada di Jalan Nasional Sibolga-Barus, Kecamatan Barus, Tapteng.
Kehadiran Masinton-Mahmud (MAMA) ke Desa Hutaginjang tersebut, karena warga ingin melihat langsung jagoan mereka untuk dimenangkan menjadi bupati dan wakil bupati di Pilkada Tapteng 2024.
“Selama ini, kami hanya melihat Pak Masinton melalui televisi, dan sekarang kami sudah langsung bertemu bapak. Kami warga Barus Utara siap memenangkan Pak Masinton dan Pak Mahmud,”seru Pak Marto Simatupang, seorang tokoh masyarakat.
Masinton Pasaribu mengatakan, kalau ada Rumah Sakit Umum yang statusnya dirubah menjadi Puskesmas, itu namanya turun kelas. Seharusnya, status puskesmas yang dinaikkan kelasnya menjadi rumah sakit, bukan sebaliknya.
“Mau turun kelas?,” tanya Masinton ke warga. Sambil tertawa, warga kompak menjawab “Tidak”.
Kalau rakyat memberi mandat dan Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak, Masinton-Mahmud (MAMA) akan menghadirkan rumah sakit umum di wilayah yang terdekat dari sini, karena ini termasuk salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini serius, agar pelayanan rumah sakit umum daerah tersebut nantinya bisa mengcover kebutuhan layanan kesehatan masyarakat khususnya di dapil 3 Tapteng. Itulah komitmen kami,” katanya.
Masinton kemudian meminta agar masyarakat bersama-sama berjuang memenangkan MAMA pada 27 November 2024 nanti.
“Perubahan itu ada di TPS, pada tanggal 27 November nanti. Itulah awal perubahan Kabupaten Tapanuli Tengah,” jelas Masinton.
Masinton juga mengatakan MAMA akan menghadirkan pemerintahan yang melayani masyarakat di Kabupaten Tapteng tanpa korupsi.”Jika seorang pemimpin berperilaku korup, maka rakyat akan sengsara,” katanya. (msp)








