IKLAN
DAERAH  

Petugas Lapas Narkotika Klas IIA Pematangsiantar Razia WBP di Blok Rehabilitasi

Petugas Lapas saat memeriksa kamar hunian WBP. (Ist/Ho/Sumutpost.id)

SIANTAR, Sumutpost.id – Petugas Lapas Narkotika Klas IIA Pematangsiantar razia di Blok Rehabilitasi yang dihuni oleh 140 warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu (28/9/24) malam.

Blok tersebut baru saja menyelesaikan program rehabilitasi yang bertujuan untuk pemulihan para penghuni dari ketergantungan narkotika.

Razia tersebut dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Ucok P Sinabang, bersama tim petugas jaga.

BACA JUGA..  Lapas Binjai Satukan Tekad Bersih Dari Narkoba

Baca juga : Pisah Sambut Kasi Giatja di Lapas Narkotika Klas IIA Pematangsiantar

Ucok menyampaikan kegiatan razia ini merupakan bagian dari upaya intensif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

“Kami melaksanakan razia insidentil di blok rehabilitasi sebagai langkah preventif untuk meminimalisir masuknya barang-barang terlarang ke dalam kamar hunian warga binaan,” ujar Ucok dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (29/9/24).

BACA JUGA..  Lapas Cipinang Prioritaskan Kesehatan WBP Melalui Skrining Penyakit dan Penyuluhan

Dia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) selama pelaksanaan razia, guna memastikan situasi tetap kondusif dan tertib.

“Kami mengingatkan seluruh petugas agar selalu berpedoman pada SOP yang berlaku demi menjaga ketenangan dan keamanan di dalam Lapas,” tambahnya.

Baca juga : Cegah Gangguan Keamanan, Lapas Narkotika Klas IIA Pematangsiantar Razia Kamar Warga Binaan

BACA JUGA..  Kakanwil Kemenkumham DKI Resmikan 8 Program Bantuan Berkelanjutan BUMN PELITA WARNA Tahap II di Lapas Kelas I Cipinang

Ucok berharap dengan rutin dilaksanakannya razia seperti ini, situasi Lapas Narkotika Klas IIA Pematangsiantar dapat terus bersih dari gangguan keamanan dan ketertiban.

“Razia ini merupakan salah satu upaya kami untuk menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan nyaman, baik bagi petugas maupun warga binaan,” tandasnya. (msp)