DELISERDANG, Sumutpost.id – Berita kartel percaloan kepala sekolah di Dinas Pendidikan Deliserdang makin seru dan menegangkan. Seru untuk diberitakan dan menegangkan bagi para kepala sekolah yang terlibat.
Ketegangan kepsek tidak berakhir di ruang pemeriksaan inspektorat. Terbaru, seorang kepala sekolah dari Kecematan Percut Seituan, mengaku mendapat telepon dari seorang wartawan lalu memarahinya karena katanya telah membocorkan kasus ini.
Awalnya, kepala sekolah berinisial AL itu menjelaskan kepada tim Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Deliserdang, bahwa dirinya lemas usai diperiksa Inspektorat Deliserdang terkait kasus dugaan calo tersebut.
Bahkan AL mengaku bahwa tekanan jantungnya berpacu kencang, darahnya naik dan gulanya naik hingga 202 usai diperiksa.
Selanjutnya, masih melalui sambungan telepon, AL menjelaskan bahwa dirinya ditelepon seorang wartawan di Deliserdang berinisial HS. Si HS ini, katanya marah-marah kepadanya. AL mengatakan bahwa si HS ini menjadi backing di kasus yang sedang dihadapinya.
“Iya bg, demam saya usai diperiksa inspektorat, ditambah lagi saya dimarahi oleh HS. Kenapa dibocorkan, kata si HS kepada saya,” ujar AL melalui sambungan telepon kepada tim JWI Deliserdang, Selasa 26 Agustus 2025.
Selanjutnya, AL meminta izin mengakhiri panggilan telepon dengan tim JWI. AL mengaku masih pusing dan lemas. “Udah ya bang, aku masih pusing dan lemas. Nanti kita teleponan lagi,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.
Kembali kepada tindakan wartawan berinisial HS. Dengan sikap reaktif yang langsung menelepon kepsek AL usai diperiksa Inspektorat, semakin menimbulkan berbagai dugaan atas keterlibatannya di dalam kasus yang mereduksi kepercataan dan penilaian publik terhadap Dinas Pendidikan Deliserdang ini.
Dikumpulkan dari beberapa sumber terpercaya, disebutkan bahwa si oknum wartawan HS ini adalah salahsatu dari tim calo dimaksud. Bahkan si HS ini kerap menjadi orang yang menakut-nakuti para kepala sekolah, agar membayar dengan jumlah yang telah ditentukan, demi bertahan sebagai kepala sekolah.
Kejari dan Polresta Deliserdang Harus Kolabs Dengan Inspektorat
Menyikapi tindakan wartawan berinisial HS, seorang praktisi hukum yang juga tim hukum JWI Deliserdang, Jhon Erwin Tambunan menegaskan, bahwa aparat penegak hukum tidak boleh diam dengan polemik kartel percaloan di Disdik Deliserdang ini.
Ditegaskannya, kasus ini sudah tidak hanya melibatkan ASN atau pejabat di dinas tapi sudah campur tangan pihak luar yang bahkan sebagai eksekutor di lapangan untuk mendesak para kepala sekolah terlibat di dalamnya dengan dibawah ancaman.
“Aparat penegak hukum tidak bisa diam ini. Okelah inspektorat sudah memeriksa berbagai orang yang diduga terlibat. Tapi ketika kasus ini melibatkan pihak luar dari Dinas Pendidikan, ini sudah makin komplek. Kita duga kasus ini sudah begitu sistematis dan mengakar. Kita berharap Kejari Deliserdang dan Polresta Deliserdang harus segera berkolaborasi dengan inspektorat untuk membongkar dugaan kartel jahat ini,” tegas Jhon Erwin kepada media ini, Rabu 27 Agustus 2025 di Lubuk Pakam. (msp)







