IKLAN

Mesin Sedot Air Berlumut Kolam Renang Rp3,2 Miliar Milik Pemko Tebingtinggi Diduga Curi Arus

Terlihat kabel putih (lingkaran merah) menjulur ke kabel arus utama, bukan ke meteran. Kondisi seperti ini biasanya bentuk pola diduga "curi arus listrik". (AM Sitorus/Sumutpost.id)

TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Polemik Kolam Renang yang dibangga-banggakan Pemerintah Kota Tebingtinggi belum mereda. Setelah disorot karena kondisi tak terawat dan pembersihan yang dilakukan secara darurat, kini muncul temuan baru terkait penggunaan listrik saat proses pembersihan kolam.

Pantauan di lokasi, Sabtu (7/3/2026) sore kemarin, menunjukkan mesin pompa yang digunakan untuk menguras air kolam diduga mengambil aliran listrik langsung dari kabel induk. Sambungan tersebut terlihat tidak melalui meteran listrik resmi.

Temuan ini menimbulkan tanda tanya baru. Pasalnya, dalam proyek rehabilitasi kolam renang yang menelan anggaran sekitar Rp3,2 miliar dari APBD, terdapat item pekerjaan instalasi listrik dan mekanikal yang seharusnya sudah terpasang dan berfungsi normal.

BACA JUGA..  Dua Proyek Pengerasan Jalan di Desa Pasar Rawa Gebang, Diduga di Mark Up Oknum Kades

Namun di lapangan, mesin yang digunakan untuk menyedot air kolam justru terlihat menggunakan sambungan kabel sementara dari jaringan listrik utama.

Sejumlah warga yang menyaksikan aktivitas itu mengaku heran. Mereka menilai kondisi tersebut menunjukkan fasilitas yang dibangun belum sepenuhnya siap secara teknis, namun sudah dipaksakan peresmiannya beberapa bulan lalu oleh Walikota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih.

Guna menghidupkan mesin pembersih kolam ini, pihak pengelola kolam diduga curi arus listrik. (AM Sitorus/Sumutpost.id)

“Kalau memang proyeknya sudah selesai dan diresmikan, harusnya instalasi listriknya sudah siap. Kenapa masih “curi arus listrik” dari kabel induk seperti itu,” ujar seorang warga sekitar.

Sebelumnya, pembersihan kolam juga terlihat dilakukan secara manual. Mesin pompa menyedot air kolam yang menghijau dan membuangnya ke luar tembok kompleks. Bahkan satu unit mobil pemadam kebakaran digunakan untuk membantu menyedot air kolam.

BACA JUGA..  Bareskrim Belum Temukan Penyimpangan Dana PON 2024

Kondisi ini semakin memperkuat kesan bahwa pengelolaan fasilitas tersebut dilakukan secara darurat, bukan melalui sistem operasional yang semestinya sudah tersedia. Dalam standar pengelolaan kolam renang modern, sistem mekanikal dan elektrikal merupakan komponen utama. Instalasi listrik permanen diperlukan untuk mengoperasikan pompa sirkulasi, sistem filtrasi, serta peralatan pendukung lainnya agar kualitas air tetap terjaga.

Jika mesin pembersih masih harus mengambil aliran listrik (curi arus) langsung dari kabel induk tanpa melalui instalasi resmi, publik mempertanyakan sejauh mana pekerjaan mekanikal dan elektrikal dalam proyek tersebut benar-benar telah diselesaikan sesuai spesifikasi.

BACA JUGA..  Warga Pertanyakan Waktu Kunjungan Walikota Tebingtinggi Di Tengah Bergulirnya Wacana Hak Interpelasi DPRD
Mobil pemadam kebakaran digunakan membantu menyedot air kolam renang yang berlumut. Dan (bawah) mesin pompa air inilah digunakan untuk menyedot air kolam renang berlumut selanjutnya dibuang kebalik tembok. (AM Sitorus/Sumutpost.id)

Sorotan publik terhadap proyek kolam renang ini pun semakin meluas. Setelah sebelumnya muncul persoalan air kolam yang menghijau, kerusakan fasilitas, hingga insiden keselamatan pengunjung, kini muncul dugaan persoalan pada instalasi listrik.

Dengan anggaran APBD miliaran rupiah, masyarakat berharap fasilitas tersebut benar-benar dibangun sesuai standar teknis dan dapat dimanfaatkan secara layak. Jika tidak, proyek yang semestinya menjadi sarana rekreasi publik justru berpotensi menjadi sumber persoalan baru.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Tebingtinggi belum memberikan penjelasan resmi terkait penggunaan listrik tersebut maupun kondisi instalasi mekanikal dan elektrikal di kompleks kolam renang. (msp)