IKLAN
DAERAH  

Mahasiswa Geruduk DPRD Binjai, Polres Hadang Dengan Sholawat

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Binjai bersama masyarakat di Gedung DPRD Binjai, Senin (1/9/2025). (Melky/Sumutpost.id)

BINJAI, Sumutpost.id – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Binjai bersama masyarakat di Gedung DPRD Binjai, Senin (1/9/2025), berlangsung dengan nuansa tak biasa.

Massa yang datang menyuarakan aspirasi justru disambut lantunan sholawat dari lantai II gedung dewan. Kapolres Binjai, AKBP Bambang C. Hutomo, memimpin langsung doa bersama itu, sebagai upaya menciptakan ketenangan agar aksi berjalan damai tanpa gesekan.

BACA JUGA..  Menteri PU Targetkan Sabo Dam Tukka Rampung Oktober 2026, Penanganan Banjir Bonalumban Ikut Dikaji

Sekitar 30 menit setelah orasi, Ketua DPRD Binjai Hj. Tini Surbakti bersama 22 anggota dewan turun menemui mahasiswa. Penyambutan pun dikemas secara kultural dengan musik tradisional dan tarian Tapak Sirih sebelum dialog dimulai.

Dalam aksinya, mahasiswa menegaskan empat tuntutan utama:

1. Menjaga kesakralan Gedung MPR/DPR.

2. Mengingatkan Wali Kota Binjai terkait penerapan PMK 85/2024 yang dinilai tidak pro rakyat.

BACA JUGA..  Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemedukbangga Kunjungi Kampung KB Bangun Sari

3. Membentuk satgas retribusi parkir yang melibatkan rakyat, mahasiswa, dan pemuda untuk mencegah kebocoran PAD.

4. Mendesak DPRD Binjai lebih tegas menjalankan fungsi pengawasan, atau dianggap berkhianat terhadap amanah rakyat.

 

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Hj. Tini Surbakti berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. “Kami akan bawa tuntutan ini ke rapat dewan, dan akan mengawal sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

BACA JUGA..  Maling Kabel Bobol Kantor Lurah Bandar Senembah, Pelaku Tertidur Pulas di Sofa

Aksi kemudian ditutup dengan pembakaran ban sebagai simbol perjuangan mahasiswa. Sementara itu, Kapolres Bambang menegaskan sholawat yang dikumandangkan aparat bukanlah bentuk penghalangan, melainkan sambutan hangat.

“Sholawatan ini agar penyampaian aspirasi berjalan aman dan lancar. Binjai harus tetap bersatu, jangan terprovokasi, termasuk saat aksi gelombang kedua nanti,” ujarnya. (msp)