IKLAN IKLAN

Ketua DPRD Deliserdang Semakin Halu: Pilih Kasih Antara Siswa Al Washliyah Dengan Siswa SMPN 2 Galang

Inilah kondisi ruang belajar siswa SMPN 2 yang menumpang belajar di SMPN 1 Galang, sangat memprihatinkan. (Jhon Tobing/Sumutpost.id)

GALANG, Sumutpost.id – Sorotan tajam menumpuk dialamatkan kepada sosok Ketua DPRD Deliserdang, Zakky Shahri terkait polemik penderitaan yang dialami siswa Al Wasliyah dan siswa SMPN 2 Galang.

Masyarakat baik para orangtua siswa dan para siswa sendiri menilai bahwa Ketua DPRD Zakky Shahri pilih kasih; kepada siswa Al Wasliyah tebar pesona sementara kepada ratusan siswa SMPN 2 Galang tutup mata.

“Jika memang betul engkau kesatria maka engkau akan bersikap adil dan bijaksana, dalam hati yang busuk akan menimbulkan kekacauan,” ujar pemerhati pendidikan Deliserdang J. Tobing

Katanya, kalimat diatas sangat pantas disematkan kepada Ketua DPRD Deli Serdang Zakky Shahri dan Wakil Ketua Hamdani Syahputra, karena mengajak anak-anak siswa/i MTS Al Washliyah memasuki areal sekolah SMPN 2 Galang dengan cara paksa, Senin (14/7/2025).

Dilihat pada vidio yang telah tersebar di berbagai media sosial dan media online, seolah-olah  Zakky Shahry dan Hamdani Syahputra mwnunjukkan diri sebagai pahlawan di siang bolong dihadapan para siswa/i Al Washliyah.

Melihat keberpihakan yang dilakukan kedua pimpinan DPRD Deliserdang itu, para guru ri SMPN 2 Galang mengaku sangat miris. Bahkan mereka mengaku sampai menitikkan air mata melihat penderitaan anak-anak didik mereka yang hampir 2 tahun belakangan ini seperti anak tiri di Kabupaten Deliserdang, terlebih setelah melihat fakta ketidak-adilan yang dilakukan pimpinan DPRD Deliserdang.

BACA JUGA..  Siap Difungsikan Kembali, Wabup Deliserdang Tinjau Gedung Sekolah SMPN 2 Galang

“Hal ini kami utarakan karena sikap anggota dewan tersebut tidak adil, karena per hari ini Selasa (kemarin) 15 Juli 2025 kami menunggu kehadiran Zakky Shahri dan Hamdani Syahputra datang melihat nasib anak-anak kami Siswa/i SMP Negeri 2 Galang yang di tempatkan ke sekolah SMP Negeri 1 tidak kunjung datang sesuai harapan kami semua,” ujar guru dan orangtua murid SMPN 2 Galang.

Sementara itu, salah satu siswa kelas VIII, Darsimah, kepada Sumutpost.id mengatakan bahwa mereka bersekolah di SMPN 1 Galang karena petunjuk dari pihak Dinas Pendidikan.

“Dimanakah letak keadilan itu, saya adalah anak desa Petumbukan, karena arahan dan petunjuk Dinas Pendidikan membuat kami harus sekolah ke SMP Negeri 2 Galang dengan menempuh perjalanan yang sangat jauh 12 Km. Jadi kalau tidak ada ongkos angkot atau tumpangan terpaksa saya tidak sekolah” ucap Darsimah dengan lirih.

Saat tim media ini mencoba menelusuri situasi dan kondisi ratusan siswa/i SMP Negeri 2 di areal sekolah SMP Negeri 1 membuat hati terenyuh dan miris.

Para guru yang berhasil ditemui menceritakan berbagai kendala yang mereka dan anak didik hadapi.

“Kita dapat banyangkan kondisi anak-anak sekolah saat terjadi bencana alam, memaksa mereka harus belajar diluar, karena buat mereka pendidikan itu sangat berarti untuk masa depan yang belum tentu pasti,” ujar beberapa guru seperti, Sri Wardani; Saripah Aini dan Masidana Siahaan.

BACA JUGA..  Rumah Makan Sop Seger Manteb di Binjai Utara Terbakar

Wawancara ini dilakukan usai para guru tersebut memberikan mata pelajaran kepada anak muridnya di lapangan terbuka.

“Iyaah… begini lah pak keadaan kita,” sambil tarik nafas dengan suara parau.

Mereka juga menjelaskan, bahwa saat ini jumlah murid di SMPN 2 Galang sudah berkurang hampir setengah.

“Dari sebelumnya jumlah siswa/i kita 500 orang tapi sekarang tinggal 240 orang saja, karena para orang tua siswa telah memindahkan anak mereka ke sekolah lain. Sebab jarak tempuh mereka cukup jauh dan ditambah pula kita tidak memiliki ruangan lokal disini alias kita masih numpang belajar. Tadi kami sempat berharap kedatangan bapak Ketua DPRD Zakky Shahri dan Wakil Hamdani Syahputra untuk datang melihat kami seperti yang mereka lakukan terhadap siswa/i Al Washliyah semalam, namun harapan itu kandas lah sudah sebab jam sudah menunjukkan pukul 12;35 WIB,” lirih mereka.

Karena sudah kesal dan putus harapan kepada kedua pimpinan DPRD Deliserdang itu, para guru di SMPN 2 Galang, kini menaruh harapan kepada Dinas Pendidikan Deliserdang.

“Tolong jangan kalian tinggalkan kami dan jangan biarkan kami sendirian bapak Bupati,” ucap mereka sambil menangis.

BACA JUGA..  Hadiri Wisuda Institut Kesehatan Medistra, Bupati: Deliserdang Punya Masa Depan Cerah
Kadis Pendidikan Deliserdang, Yudi Hilmawan tampak menyerahkan surat berita acara serah terima barang kepada PC Al Wahliyah Galang, H Muhammad Amin. (Ist/Sumutpost.id)

Kadisdik Deliserdang: Untuk SMPN 2 Galang, Kita Sedang Upayakan Lahan

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang Yudi Hilmawan saat dimintai tanggapannya terkait nasib anak-anak siswa/i dan para guru SMP Negeri 2 Galang mengaku sedang berupaya mencari solusi.

“Jujur bang hati saya memang sangat sedih melihat nasib mereka dan bukan hanya nasib siswa/i SMP Negeri 2 saja, tapi hati saya juga turut sedih melihat nasib siswa/i Al Washliyah. Namun saya mau bilang apalagi, bapak Bupati dr.H.Asri Ludin Tambunan, bapak Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat telah kita libatkan untuk mencari solusi untuk jalan keluarnya, namun tetap tidak maksimal. Sempat kita upayakan untuk ada yang masuk pagi dan siang tetap mengalami kebuntuan,” ujarnya.

“Sehingga satu-satunya jalan keluar agar gedung sekolah itu bisa pemerintah daerah hibahkan ke MTS Al Washliyah harus lewat tahapan Stagnan (membiarkan sekolah tersebut dalam 2 tahun kedepan tidak ada kegiatan belajar mengajar sama sekali). Setelah tempo 2 tahun itu kita jalani, baru dinas Pendidikan bisa mengajukan/menghibahkan gedung sekolah tersebut ke Al Washliyah”.

“Kalau soal nasib sekolah SMP Negeri 2 kita sedang mengupayakan lahan yang tepat untuk kita bangun gedung sekolah buat mereka,” jelas Yudi Hilmawan. (msp)