BELAWAN, Sumutpost.id – Kembali warga Belawan harus meregang nyawa akibat tawuran. Seorang pedagang ikan tewas usai terkena ledakan mercon.
Aksi kali ini terjadi di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Sepertinya bentrok antar pemuda disana tak bisa dihentikan oleh pihak keamanan. Bahkan, tawuran seperti sudah menjadi ‘tradisi’ yang tak bisa diberantas.
Meski Kapolsek Belawan dan Kapolres Pelabuhan Belawan silih berganti, ironisnya tawuran kerap terjadi tanpa mengenal waktu.
Terkini, seorang penjual ikan Teri tewas diduga terkena ledakan kembang api jenis mercon SOS saat terjadi tawuran antarwarga di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Minggu (8/2) sekira pukul 04.00 WIB.
Korban diketahui bernama M.Dian Iqbal Saragih, 33, warga Lingkungan IV Ujung Tanjung Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan, meninggal dunia diduga akibat terkena ledakan mercon kembang api jenis SOS yang nyasar ke arah korban.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, tawuran terjadi sekira pukul 04.00 WIB di Jl. Besar Bagan Deli yang tak jauh dari Markas Polres Pelabuhan Belawan. Awalnya, Dua kelompok remaja terlibat aksi saling lempar batu dan diduga membawa senjata tajam.
“Awalnya dua kelompok remaja terlihat saling melempar batu dan benda-benda keras lainnya. Tak berapa lama kemudian, sepasukan polisi datang membubarkan warga yang akan tawuran dan warga pun membubarkan diri,” ujar seorang ibu warga disana.
Namun, tambahnya, tak lama setelah petugas Kepolisian pergi, situasi yang sudah sempat aman, kembali memanas. Sejumlah remaja yang terlibat tawuran saling melempar batu dan mercon.
Di saat saling lempar mercon, ada mercon yang menyasar ke tubuh korban. Saat itu, korban memang berada di lokasi kejadian namun tak ikut tawuran. Korban sehari-harinya berjualan Ikan Teri. “Diduga korban salah sasaran dan terkena ledakan mercon SOS,” sebut ibu tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Belawan AKP Ponijo membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Pihaknya telah melakukan pengamanan dan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
“Sejumlah petugas sudah melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Saat ini tim masih memburu pihak-pihak yang terlibat. Keluarga korban membuat laporan pengaduan ke Polres Pelabuhan Belawan,” ujar Ponijo.
Kapolsek mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan segera melapor apabila mengetahui potensi gangguan keamanan, guna mencegah bentrokan susulan di wilayah tersebut.
Tewasnya penjual Ikan Teri tersebut menambah daftar panjang korban-korban yang meninggal dunia saat terjadinya tawuan antarkelompok warga di Wilayah Hukum Pelabuhan Belawan.
“Sudah berkali-kali Kapolsek Belawan dan Kapolres Pelabuhan Belawan silih berganti namun yang namanya tawuran tidak pernah berhenti meskipun sudah banyak korban jiwa berjatuhan dan harta benda yang ludes namun yang namanya tawuran tak pernah berhenti,” tutup warga disana. (msp)







