TAPSEL, Sumutpost.id – Wakil Bupati Ja’far Syahbudin Ritonga, mengajak kepengurusan baru DMI Tapsel bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan berkemajuan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, kami ucapkan selamat kepada pengurus baru DMI Tapsel. Kami berharap DMI dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi pemerintahan pasangan Bagusi, yaitu Sinergi Tapsel Bangkit,” ucapnya, saat pelantikan PD DMI Tapsel periode 2025-2029, di Gedung Serba Guna, Kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Rabu (12/11/2025).
Disebut, Pemkab Tapsel terus berupaya menjaga program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tengah kondisi keuangan yang sangat terbatas.
Menurutnya, ditengah pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat 113 miliar ditahun 2025 ini, dan 255 miliar pada tahun 2026 nanti, Pemkab Tapsel sedang mencari cara-cara kreatif untuk menambah pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat. Seperti halnya program 1000 kolam yang digagas Bupati Tapsel, untuk mendukung keyahanan pangan dan kemandirian ekonomi rakyat.
“Kami berharap DMI bisa mengambil bagian dalam program ini. Di belakang masjid-masjid kita bisa bangun kolam budidaya ikan, agar masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PW DMI Sumatera Utara, Irhamuddin Siregar mengingatkan, tentang pentingnya peran DMI dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keharmonisan masjid, terutama setelah beberapa peristiwa yang mengundang keprihatinan di Sumatera Utara.
“Masjid harus menjadi tempat yang humanis. DMI perlu memberikan pencerahan bagi jamaah, musafir, dan pengurus BKM agar masjid benar-benar menjadi pusat ibadah dan pencerahan umat,” sebutnya.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, H. Syahrul Pasaribu menyampaikan kesyukurannya atas kiprah DMI TAPSEL yang dibentuk tahun 2019 berjalan cukup baik.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan pembangunan spiritual dan sosial masyarakatnya.
“Daerah akan maju jika pembangunan infrastruktur dan suprastruktur pemerintah dan stakeholders lainnya berjalan seirama. DMI memiliki peran strategis untuk menjadikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pengembangan masyarakat dan pengikat persatuan umat,” ujarnya.
Syahrul juga menyinggung kondisi fiskal daerah Tapsel yang sangat sempit dan menantang yang diprekdisinya APBD Tapsel tahun 2026 sangat mungkin hampir sama dengan APBD Tapsel tahun 2017 sebesar 1,2 trilyun lebih. Padahal di tahun 2017 belanja pegawai hanya 450 miliar lebih sedangkan tahun 2026 sudah hampir 700 miliar disebabkan banyaknya pertambahan ASN P3K yang tidak diimbangi dengan pertambahan pendapatan daerah.
Untuk menjalankan APBD yang minim itu, pimpinan daerah harus bekerja keras dan bekerja cerdas sambil berupaya mendaratkan program pemerintah atasan di Tapsel termasuk mensukseskan program MBG, Sekolah Rakyat dan Kopdes Merah Putih, sehingga pertumbuhan ekonomi tetap dapat tumbuh ditengah-tengah masyarakat
Bupati Tapsel dua periode ini juga menyampaikan rasa syukur dan berterimakasih atas upaya Bupati Tapsel dalam percepatan pembangunan proyek strategis PLTA Simarboru kapasitas 501 MW, yang akhir tahun ini mulai beroperasi dan tahun 2027 diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui bagi hasil Pajak Air Permukaan (PAP).
“Pelantikan Pengurus PD DMI Tapanuli Selatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya. (msp)








