ASAHAN, Sumutpost.id – Polda Sumatera Utara terus ngegas pemberantasan narkotika. Terbaru, Polres Asahan berhasil menggagalkan penyelundupan 33 Kg Sabu asa negara Malaysia. Pengungkapan terpisah ini juga mengamankan 6 orang tersangka.
Hal itu disampaikan Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani kepada wartawan, Selasa 5 Agustus 2025.
“Penyelundupan ini melalui Asahan dan Tanjungbalai. Ada enam tersangka kami amankan, tiga warga Tanjungbalai, satu warga Labuhanbatu, satu warga Aceh dan satu dari Medan. Total barang bukti disita 33 bungkus plastik teh cina berisi narkotika jenis sabu dari dua lokasi,” kata Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani.
Masih AKBP Revi, katanya, keenam tersangka memiliki peran berbeda. Diantaranya, KP adalah orang yang membawa sabu dari Malaysia, HAS alias T menjadi kurir penjemput sabu dari kapal ke Tanjungbalai.
Kemudian CA dan KS berperan sebagai kurir yang bertugas mengantarkan sabu dari Tanjungbalai ke kota Tebing Tinggi, dan MJ warga Aceh merupakan pemesan. Terakhir berinisial TKLH alias HP merupakan warga Medan sebagai pemesan sabu.
Awalnya, polisi menangkap dua tersangka CA dan KS saat membawa sabu menggunakan sepeda motor PCX dan Scoopy yang disembunyikan dalam tas ransel.
Barang bukti dibawa dari Tanjungbalai menuju Tebing Tinggi untuk diedarkan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara (Sumut).
Tersangka TKLH ditangkap secara terpisah di Kota Medan saat menerima paket sabu seberat 250 gram dari kurir menggunakan layanan pengiriman berbasis aplikasi. Sementara MJ diduga sebagai pemesan utama yang tinggal di Aceh.
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, mengatakan kasus ini bagian dari sindikat narkoba yang terstruktur dan beroperasi melalui lintas daerah bahkan negara.
“Mereka ini bukan pengedar kecil. Mereka bagian dari jaringan besar yang menyelundupkan sabu dari Malaysia masuk lewat perairan Asahan dan Tanjungbalai. Jika tidak kita gagalkan, sabu sebanyak ini bisa merusak puluhan ribu jiwa,” ujar Kapolres.
Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa wilayah Sumut termasuk Asahan, menjadi salah satu jalur strategis bagi penyelundupan narkoba dari luar negeri,” tuturnya. (msp)







