MEDAN, Sumutpost.id – Data terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat transaksi judi online (judol) hingga tahun 2025 mencapai Rp 976 triliun. Data itu terhitung sejak 2017 atau sekitar 8 tahun. 51 Ribu orang pemainnya ASN (abdi negara), seribu diantaranya dari Pemprov Sumatera Utara (Sumut).
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2024, lebih dari seribu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terlibat judi online, dengan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Dalam gebrakannya, PPATK menggunakan ‘Operasi Lebah Madu’ untuk memberantas judol. ‘Operasi Lebah Madu’ berasal dari data milik PPATK yang diharap bisa menjadi ‘madu’ bagi pemberantasan judi online.
“Berdasarkan analisis PPATK, perputaran dana judi online dari tahun 2017 hingga semester I tahun 2025 telah menembus Rp 976,8 triliun, dengan lebih dari 709 juta transaksi tercatat,” ujar Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, dalam diskusi ‘Optimalisasi Pemanfaatan Data PPATK dalam Rangka Mendukung Pemberantasan Korupsi dan Judi Online’ di Tangerang, Kamis (30/10/2025).
“Selama periode tersebut, jumlah pemain pun meningkat tajam, dari 3,79 juta orang (2023) menjadi 9,78 juta orang (2024), dengan total deposit mencapai Rp 51,3 triliun,” tambahnya.
Operasi itu juga diklaim meningkatkan penerimaan negara melalui pajak sebesar Rp 4,48 triliun. Hal itu merupakan hasil kerja sama PPATK dengan Dirjen Pajak sejak 2022 hingga Juli 2025.
“Kolaborasi antara PPATK dengan Direktorat Jenderal Pajak berhasil merealisasikan penerimaan negara melalui pajak sebesar Rp 4,48T dan akan terus bertambah seiring pengoptimalan Operasi Lebah Madu,” sebutnya.
51 Ribu ASN Main Judol
PPATK juga mencatat ada 709 juta transaksi terkait judi online sejak 2017 hingga awal 2025. Dari angka itu, 51.611 di antaranya berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).
“Sekitar 51.611 pemain judi online diidentifikasi berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik di pemerintah pusat maupun daerah,” kata Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, dalam acara FGD bertajuk ‘Optimalisasi Pemanfaatan Data PPATK dalam Rangka Mendukung Pemberantasan Korupsi dan Judi Online’ di BSD, Tangerang, Kamis (30/10/2025).
Danang menuturkan, terdapat kenaikan jumlah pemain judi online dari 2023 ke 2024. Total deposit untuk judi online dua tahun tersebut mencapai Rp 51,3 triliun.
“Selama periode tersebut. Jumlah pemain pun meningkat tajam, dari 3,79 juta orang (2023) menjadi 9,78 juta orang (2024), dengan total deposit mencapai Rp 51,3 triliun,” sebutnya.
Berdasarkan analisis PPATK, perputaran dana judi online dari tahun 2017 hingga semester I tahun 2025 telah menembus Rp976,8 triliun. Selama itu ada lebih dari 709 juta transaksi tercatat.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumut, Sutan Tolang Lubis, mengatakan nilai transaksi setiap orang berbeda-beda, namun jika ditotal mencapai Rp2,1 miliar.
“Sesuai ada ada 1037 orang (ASN terlibat), nilai transaksinya per orangnya beda-beda, jumlahnya bermacam-macam. Untuk total transaksinya itu Rp2.188.550.182 itu data dari yang kita terima dari PPATK,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (31/10/2025).
Sutan menambahkan, jumlah tersebut mencakup ASN, PHL, bahkan honorer yang digaji oleh Pemprov Sumut. Ia mengatakan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memeriksa masing-masing pegawainya yang terlibat.
“Kita minta setiap OPD masing-masing untuk menindaklanjutinya melakukan pemeriksaan kepada masing-masing orangnya sesuai dengan data yang ada,” ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan pihaknya telah memberikan teguran tertulis kepada ASN yang terlibat judi online.
“Ya sudah kita surati satu-satu dan sudah berikan teguran. Sudah kita cek juga kapan main judolnya, kapan dan sampai kapan, transaksinya kapan,” tuturnya kepada wartawan usai temu pers, Kamis (30/10/2025).
Bobby menambahkan, ASN yang masih ‘membandel’ bermain judi online akan diberikan sanksi lebih tegas.
“Setelah kita beri teguran, nanti kita lihat lagi, mana yang masih main akan kita berikan teguran yang lebih keras,” kata Bobby. (msp)








