IKLAN

Guru Darul Mursyid Dilatih KBC 2026

Para guru Pesantren Darul Mursyid bersama tim Balai Diklat Keagamaan Medan 16 Juni 2026. (Ist/Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang berkarakter dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia, Pesantren Modern Unggulan Terpadu ‘Darul Mursyid’ menggelar pelatihan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh para guru dan tenaga pendidik di lingkungan MTs dan MA Pesantren Darul Mursyid.

Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Darul Mursyid, Suharman menyebut, pelatihan bertujuan untuk memperkuat pemahaman para pendidik mengenai pentingnya menghadirkan suasana pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan.

BACA JUGA..  Kepsek SMAN 2 Lubuk Pakam, Sari Manurung: Masjid Al-Nurhasanah Akan Diresmikan April 2026

Disebut, dengan menghadirkan narasumber dan fasilitator dari Tim Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan, dan  memiliki kompetensi dalam pengembangan kurikulum dan pendidikan karakter.

“Peserta mendapatkan berbagai materi terkait penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Para narasumber menekankan bahwa pendidikan yang dilandasi cinta akan melahirkan peserta didik yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Kunjungan SMK Tunku Abdul Aziz Malaysia ke SMAN 2 Medan Disambut Hangat

Direktur Pesantren Darul Mursyid Drs Yusri Lubis menyampaikan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pesantren untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pembentukan karakter santri.

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan seluruh guru mampu menjadi pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan kasih sayang, keteladanan, dan nilai-nilai luhur dalam setiap proses pembelajaran,” ujarnya.

Menurutnya, dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pesantren Darul Mursyid berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih humanis, inspiratif, dan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam karakter, serta berakhlakul karimah.

BACA JUGA..  Ribuan Pelari dari 34 Negara Ramaikan Trail of The Kings UTMB 2026

Ketua Pembina Pesantren Daruk Mursyid, Ja’far Syahbudin Ritonga (JSR) menyebut, untuk memahami perkembangan anak tentunya membutuhkan keseriusan sehingga kelak anak bisa terdidik dengan baik.

“Semoga setelah mengikuti pelatihan kurikulum berbasis cinta ini, para guru dan karyawan bisa menambah wawasan sekaligus evualuasi terhadap proses pembelajaran yang saat ini terus berkembang,” ungkap alumni S3 USM Malaysia itu. (msp)