IKLAN IKLAN

Gudang Barang Bekas di Pantai Labu Ludes Dilahap Api

Kepanikan melanda warga Dusun II, Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Senin (27/4). Satu unit gudang barang bekas (botol) milik Jumat alias Sijo (38) ludes dilalap si jago merah. (Ist/Sumutpost.id)

PANTAI LABU, Sumutpost.id – Kepanikan melanda warga Dusun II, Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Senin (27/4). Satu unit gudang barang bekas (botol) milik Jumat alias Sijo (38) ludes dilalap si jago merah.

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 07.30 WIB ini kembali menyulut keresahan warga akan lambatnya respons penanggulangan kebakaran akibat ketiadaan unit pemadam kebakaran (damkar) di wilayah kecamatan tersebut.

Informasi diperoleh, Api pertama kali terdeteksi oleh Fatimah, seorang karyawan gudang, saat hendak memulai aktivitas pagi. Melihat kobaran api di bagian belakang gudang, Fatimah reflek berteriak minta tolong. Teriakan itu sontak membangunkan kewaspadaan warga. Tarmizi, bersama sejumlah tetangga, bergegas datang dengan peralatan seadanya untuk mencoba memadamkan api sebelum menjalar lebih luas.

BACA JUGA..  Dua Rumah Terbakar di Ruas Tol Helvetia Medan, Tidak Ada Korban Jiwa

Pemilik gudang, Jumat alias Sijo, yang tiba di lokasi sekira pukul 07.40 WIB, langsung menghubungi Unit Damkar Kabupaten Deli Serdang yang berpusat di Lubuk Pakam. Karena jarak yang cukup jauh, dua unit armada damkar baru tiba di lokasi pada pukul 07.45 WIB.

Dengan sigap, petugas melakukan penyiraman intensif. Setelah berjuang selama lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan total sekira pukul 09.00 WIB. Tim Inafis Polresta Deli Serdang tiba di lokasi pukul 09.15 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara armada damkar meninggalkan lokasi pada pukul 10.22 WIB setelah memastikan tidak ada sisa api.

Kepolisian hingga saat ini belum merilis penyebab pasti terbakarnya gudang tersebut. Diduga kuat, sumber api yang tidak teridentifikasi sejak awal membuat kebakaran sulit dikendalikan oleh warga di menit-menit pertama.

BACA JUGA..  Kecelakaan Beruntun Di Pantai Labu, Seorang Remaja Tewas

Akibat kebakaran tersebut Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah), meliputi hangusnya sebagian bangunan gudang dan tumpukan barang bekas di dalamnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Insiden kebakaran ini bukan yang pertama kalinya terjadi di Kecamatan Pantai Labu. Fakta bahwa armada damkar harus didatangkan dari Lubuk Pakam, yang memakan waktu tempuh meski relatif cepat dalam kasus ini, menjadi momok ketakutan tersendiri bagi warga jika suatu saat terjadi kebakaran besar di permukiman padat.

BACA JUGA..  Seorang Pria Lanjut Usia Tewas Ditelan Ular Piton

Munawar, tokoh masyarakat Pantai Labu, dengan tegas menyampaikan aspirasi warganya pasca-kejadian.

“Kami sangat bersyukur api bisa dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Namun, peristiwa ini adalah alarm keras bagi pemerintah daerah. Kami mendesak agar segera disediakan unit atau pos pemadam kebakaran permanen di Kecamatan Pantai Labu,” ujar Munawar.

Ia menambahkan, ketergantungan pada unit dari kecamatan lain sangat berisiko, terutama jika terjadi kebakaran simultan atau akses jalan terhalang. “Kehadiran damkar di sini bukan lagi sekadar permintaan, tapi kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa dan harta benda warga Pantai Labu,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan kepolisian masih berlanjut untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran ini. (msp)