DELISERDANG, Sumutpost.id – Bupati Asri Ludin Tambunan dan Wabup Lom Lom Suwondo ciptakan sejarah menjadi kepala daerah pertama yang mengunjungi daerah penghasil kopi terbaik di Sumatera Utara. Adalah Dusun XI Sumbaikan II, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
Perjalanan menggunakan kendaraan double cabin itu dilaksanakan dalam program edisi khusus Bupati Bekerja Bertemu Rakyat (Berjemur), Sabtu 2 Agustus 2025 kemarin.
Walau medan sulit dan penuh tantangan, sebagai pimpinan yang penuh komitmen, turut juga hadir Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Deliserdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan dan Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ny Asniar Lom Lom Suwondo SS.
Dusun XI Sumbaikan II sangat terpencil. Tidak semua mobil bisa menjangkau wilayah itu. Hanya double cabin yang bisa menembus. Bahkan, jalur masuknya melalui Kabupaten Karo. Sebab, tidak ada akses jalan dari Deliserdang ke lokasi tersebut.
“Saya datang ke Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, membawa beberapa perangkat perangkat daerah. Awalnya, saya mendengar cerita desa ini dari Pak Rio, mantan Camat Kutalimbaru. Saya bilang sama Pak Rio, carikan dulu saya tempat di Deliserdang ini yang tak pernah didatangi oleh Bupati sebelumnya,” ungkap Bupati dr H Asri Ludin Tambunan, kepada warga.
“Dibilang Pak Rio, di Dusun Sumbaikan. Saya bilang, kenapa nggak didatangi? Karena mesti lewat Berastagi Pak, kalau ke sana (Desa Suka Makmur) tidak ada jalan dari Deliserdang ke dusun itu? Nggak Pak, mesti mutar kalau gitu kita datangi nanti ke sana. Dibilang Pak Rio, kalau ke sana mesti naik mobil double cabin, Pak. Kalau gitu nanti kita siapkan dulu mobil double cabinnya. Inilah makanya ceritanya kami sampai kemari,” sambung Bupati.
Setelah mengetahui detail kondisi desa dan dusun yang akan didatangi, orang nomor satu dan dua di Kabupaten Deliserdang ini tidak datang dengan tangan kosong.
Bupati membawa bantuan Starlink atau jaringan internet murah untuk masyarakat sekitar.
Dengan adanya jaringan internet, Bupati menginginkan, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) untuk warga setempat bisa dilakukan secepat mungkin.
“Saya ingin kalau hari ini ada 100 Kartu Keluarga (KK) nanti dengan dibaguskannya akses fasilitas umum, sudah ada internetnya, kita siapkan ya. Mudah-mudahan tahun depan jadi 200 KK orang ada di sini,” harap Bupati.
Akan Bangun Sekolah Dasar dan Jalan
Kemudian, rencananya Pemerintah Kabupaten Deliserdang melalui Dinas Pendidikan akan membangun sekolah dasar (SD) di Desa tersebut, agar anak-anak tidak harus jauh-jauh lagi bersekolah ke Kabupaten Karo.
“Kedua untuk sekolah, nanti kita siapkanlah SD-nya, ya Pak Yudi (Kepala Dinas Pendidikan). Tahun 2026, kita masukkan anggaran. Di 2026 kita siapkan SD, tahun depan di sini. Jadi, anak-anaknya nggak perlu lagi jauh sampai ke Berastagi,” sebut Bupati.
Tidak hanya itu, Pemkab Deliserdang juga berencana akan membangun jalan baru di desa tersebut, dengan terlebih dulu melakukan pengerasan jalan.
“Akses jalan menuju ke Desa Suka Makmur merupakan kawasan hutan, dan direncanakan akan dikeluarkan. Ini sudah diusulkan untuk pengerasan jalan. Bisa kita lakukan dengan koordinasi ke Provinsi Sumatera Utara. Ini nanti akan coba dilakukan pengerasan dulu. Kita buat railnya, jelas Bupati.

Penghasil Kopi Terbaik di Sumut
Bupati merasa terkejut dengan potensi sumber daya alam (SDA) di Desa Suka Makmur yang merupakan penghasil kopi terbaik di Sumatera Utara.
Bupati berjanji akan membantu masyarakat, khususnya petani kopi, terkait pengurusan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan izin edarnya.
“Kita akan siapkan dan termasuk kita berharap supaya ini, Dusun Sumbaikan akan menjadi tempat penghasil bawang dan cabai merah untuk Kabupaten Deliserdang,” tegas Bupati.
Hal lain yang diharapkan Bupati adalah kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati bisa menjadi langkah pembuka untuk perbaikan-perbaikan terhadap Desa Suka Makmur, sehingga menjadi salah satu motor penggerak perekonomian di Kabupaten Deliserdang.
Pemkab Deliserdang, lanjut Bupati, akan selalu ada untuk seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Suka Makmur. “Mari sama-sama kita menjadikan Kabupaten Deli Serdang ini menjadi Deli Serdang untuk rumah kita semua,” ajak Bupati.
Terakhir, Bupati memerintahkan agar Kepala Puskesmas setempat untuk membuatkan jadwal rutin pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat. Bisa dua atau tiga kali dalam sebulan.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati menyampaikan, dengan adanya jaringan internet di desa itu akan lebih memudahkan bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK, Ny Hj Jelita Asri Ludin Tambunan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan yang telah terjalin selama ini.
Segitiga Emas, Benteng Pertahanan Melawan Penjajah
Sebelumnya, dua tokoh masyarakat setempat, Rahman Sitepu dan Simson Barus menyampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati perihal sejarah Desa Suka Makmur.
Desa tersebut dijuluki sebagai Segitiga Emas karena diapit tiga kabupaten, yaitu Deliserdang, Karo dan Langkat. Kemudian, disahkan menjadi wilayah Deliserdang, pada tahun 1998.
Bupati Ciptakan Sejarah
Kepala Desa (Kades) Suka Makmur, Bahtiar Ginting menambahkan, kedatangan Bupati dan Wakil Bupati ke desa tersebut merupakan kali pertama dalam sejarah.
Dijelaskannya, Desa Suka makmur merupakan desa di dalam kawasan hutan negara, terdiri dari 11 dusun. Kampung tersebut didirikan salah seorang warga bermarga Surbakti, pada tahun 1850 silam, dan merupakan benteng pertahanan melawan penjajah Belanda. Sisa-sisa peninggalan sejarahnya berupa situs budaya benteng pertahanan melawan penjajah dan Perang Sunggal di Tanduk Benua.
“Hati saya sangat terharu. Atas nama masyarakat permohonan kepada Bapak Bupati Deliserdang, kami mohon ada perbaikan akses jalan, pembangunan SD, pelayanan kesehatan. Untuk mata pencaharian masyarakat pada umumnya bertani,” papar Kades Suka Makmur.
Secara topografi, lanjut Kades Suka Makmur, sebelah Utara berbatas dengan Desa Namo Mirik, Selatan berbatas dengan Gunung Sibayak, Kabupaten Tanah Karo, sebelah Timur berbatas dengan Desa Suka Dame dan Kecamatan Sibolangit, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Perpanden dan Kabupaten Langkat.
Pada tahun 2023 lalu, Desa Suka Makmur disahkan Bupati Deliserdang sebagai Desa Wisata. Ada 10 objek wisata di desa tersebut, yakni wisata Ikan Jurung Kramat di Dusun III, wisata Sungai Trending Cham di Dusun VII, wisata Bongolia di Dusun VII, wisata Alam Tanduk Benua di Dusun X, wisata Babar Sari di Dusun X.
Kemudian, wisata alam Kasih, Puncak Merga Silima dan Medan Magnet di Dusun X. Selanjutnya, wisata Sumbaikan One dan wisata Ulu Lau Belawan Tanduk Benua.
“Desa Suka makmur terdiri dari 11 dusun dengan luas wilayah 3.900 Hektare (Ha) dengan jumlah KK 765, dan penduduk 2.026 jiwa,” rinci Kades Suka Makmur.
Dalam perjalanannya, saat ini ada tiga sekolah dasar (SD) negeri di daerah tersebut, antara lain SD Negeri di Dusun 1, Dusun V dan di Dusun IX merupakan SD tertua di Kecamatan Kutalimbaru. Untuk sekolah menengah pertama (SMP) ada satu, yaitu SMP Swasta Harapan Kita di Dusun 1.
Untuk tempat ibadah, tercatat ada enam masjid, satu gereja Katholik, 10 gereja Protestan dan satu Pekong.
“Khusus di Dusun XI Sumbaikan 2, didiami 68 KK Deliserdang, tapi keseluruhan ada 200 KK. Masyarakat bercocok tanam kopi sejak tahun 1980, dengan luas lahan pertanian 800 hektare. Dusun ini juga menurut sejarah adalah tempat mengungsi jaman penjajahan Belanda,” urainya.
Untuk pendapatan, selain bertani kopi, warga juga menanam sayuran, cabai dan lainnya.
Turut serta dalam kegiatan itu, para pejabat Pemkab Deliserdang seperti Camat Kutalimbaru, Mhd Arif Budiman SIP dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), dan lainnya. (msp)







