IKLAN
DAERAH  

Cepat Tuntaskan Huntap Korban Bencana, Dua Menteri Puji Bupati Gus Irawan

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu sambut Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Carnavian saat  kunjungi Tapanuli Selatan (AP/Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu banjir pujian dari 2 Menteri RI, karena cepat menuntaskan pembangunan 120 unit rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana banjir bandang 2025 lalu.

Apresiasi langsung disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan juga Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian, pada acara penyerahan kunci tahap I, Jumat (27/3/2026) di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru.

BACA JUGA..  Pemuda Pancasila Tapsel Siap Menangkan BAGUSI di Pilkada 2024

Hadir pada penyerahan itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, Forkopimda Tapsel, dan warga penerima Huntap.

Bupati Tapsel Gus Irawan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap masyarakat Tapsel.

Menurutnya, kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat mulai dari awal bencana hingga proses pemulihan.

“Pemerintah pusat hadir luar biasa. Presiden, Wakil Presiden, dan para menteri terus memberi perhatian. Bahkan pada hari libur maupun hari besar, kami tetap melakukan koordinasi. Ini bukti kesungguhan negara membantu rakyatnya,” sebutnya.

BACA JUGA..  Sambut HUT RI ke-80, Anggota DPRD Deliserdang Dahnil Ginting Serukan Pasang Bendera dan Gotong Royong Massal

Disampaikan, keberhasilan percepatan pembangunan Huntap itu, tidak lepas dari dorongan Mendagri yang secara konsisten terus mengingatkan pentingnya validasi data korban.

Dijelaskan, berbagai bantuan pemerintah pusat yang telah diterima masyarakat, di antaranya santunan bagi korban meninggal dunia, bantuan stimulan rumah rusak, bantuan perabotan, bantuan ekonomi produktif, hingga jaminan hidup bulanan bagi warga terdampak.

BACA JUGA..  50 Warga Tapsel Dapat Rumah, Bupati Gus Irawan Letakkan Batu Pertama

“Semua fasilitas negara sebenarnya sudah tersedia. Kuncinya ada pada kecepatan daerah dalam menyiapkan data yang valid,” tambahnya. (msp)