IKLAN IKLAN
DAERAH  

Bupati Masinton Arahkan PUPR Tapteng dan Sumut Selesaikan Permasalahan Banjir Barus: Rencana Akan Dibangun Tanggul di Sungai Aek Sirahar

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu menijau lokasi banjir mencari solusi untuk mengatasinnya. (Aris Barasa/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Beberapa desa di Kecamatan Barus kembali digenangi banjir akibat meluapnya air sungai Aek Sirahar Rabu 16 April 2024. Bupati langsung meninjau lokasi untuk mengetahui kondisi daerah yang terdampak.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu kepada warga saat meninjau banjir mengatakan, bencana alam ini akan menjadi perhatian pemerintah.

“Jadi, ini adalah kewenangan Dinas PUPR Provinsi Sumut, bukan Dinas PU Kabupaten Tapteng, nanti akan kita kaji bagaimana penangannya,” kata Masinton Pasaribu.

Masinton menjelaskan, kehadirannya bukan cuma meninjau, pihaknya juga membawa Dinas PUPR Provinsi Sumut, mungkin nanti bisa kerja sama, saling bantu dan saling mendukung untuk mengatasi persoalan banjir di Barus.

BACA JUGA..  Sungai Padang Meluap Akibat Diguyur Hujan, Kota Tebingtinggi Tergenang Air

“Karena wilayah sungai ini tanggungjawab provinsi, kabupaten hanya memfasilitasi. Kita akan kaji penangananya, terutama jenis tanggulnya, apakah nanti model sheet pile (turap) atau tanggul model lain untuk bisa mencegah banjir,” ungkapnya.

Tetapi ini akan butuh waktu dan proses, tentunya Pemkab Tapteng akan memproses ini dengan membuat kajian jenis tanggul yang tepat agar warga tidak kebanjiran.

“Kalau kondisi sekarang, dari BPBD dan dinas terkait akan membantu dan melayani warga yang terdampak banjir terlebih dulu,” sebutnya.

Sedangkan untuk fisiknya nanti dikaji dulu, kalau jenisnya tanggul tentu harus membangun di atas sungai.

“Sebenarnya, bagian kiri dan kanan sungai itu ada areal yang harus dikosongkan untuk dikelola pemerintah atau Negara. Jadi tidak harus ganti rugi, masyarakat harus mau gotong royong sama-sama,” harapanya.

BACA JUGA..  Pelantikan Pengurus APDESI Deli Serdang, Pj Bupati: Wujudkan Masyarakat Maju & Sejahtera

Ronald Sibuea dari Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara UPT Sibolga kepada wartawan mengatakan, dari dulu pihaknya sudah membuat beragam konstruksi untuk mengatasi banjir di Sungai Aek Sirahar Barus.

“Ada bronjong dan lainnya, terakhir kita juga membangun blok beton. Tapi memang Sungai Aek Sirahar ini ngeri-ngeri sedap, semua yang kita bangun dihajar juga,” kata Ronald Sibuea.

Ronald menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, dan mungkin nanti akan diarahkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) karena Provinsi Sumut terbatas dananya.

BACA JUGA..  Bupati Tapteng Peringatkan Perusahaan Sawit Yang Abaikan Kontribusi ke Daerah

“Menjawab keinginan warga agar pemerintah membangun tanggul Sungai Aek Sirahar, maka warga harus bersedia membebaskan lahannya yang berbatas langsung dengan sungai,” katanya.

Sebelumnya, Camat Barus, Sanggam Panggabean melaporkan kepada Bupati Masinton Pasaribu, bencana banjir di Kecamatan Barus disebabkan jebolnya penahan air Sungai Aek Sirahar di 2 lokasi, sehingga air meluap dan masuk ke pemukiman warga.

Kawasan yang terdampak di antaranya, Desa Ujung Batu, Kinali, Bunga Tanjung, Sigambogambo, Padang Masiang, Pasar Batu Gerigis.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemkab Tapteng telah mendirikan posko layanan masyarakat di Desa Kinali. (msp)