IKLAN

Berantas Narkoba, BNNK Razia Kosan di Kota Padangsidimpuan

Petugas BNNK Tapanuli Selatan saat merazia sejumlah indekost di Kota Sidimpuan. 5 penghuni positif narkoba. (Ist/Sumutpost.id)

SIDIMPUAN, Sumutpost.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tapanuli Selatan merazia sejumlah indekos yang berada di Kota Padangsidimpuan, Kamis (28/8/2025) sore. Hasilnya, 5 orang penghuni kos positif menggunakan narkoba.

Kepada wartawan saat dihubungi Jumat (29/8/2025) pagi, Kepala BNN Kabupaten Tapanuli Selatan, Syaiful Fahmi mengatakan, razia tersebut berlangsung di 2 kelurahan yakni Kelurahan Sitataring dan Kelurahan Ujung Padang, Kota Padangsidimpuan.

Dimana, razia ini bertujuan untuk menekan angka peredaran narkoba di wilayah Kota Padangsidimpuan.
“Ini ada beberapa kosan yang berada di 2 lokasi yang razia dengan tujuan supaya menekan angka peredaran narkoba,” ucapnya.

BACA JUGA..  23 WNA Asal Bangladesh Diamankan Imigrasi Medan Tanpa Dokumen di Pancur Batu

Tidak hanya melakukan razia, petugas juga turut melakukan tes urine terhadap para penghuni kos. Alhasil, sebanyak 29 orang penghuni kos dilakukan tes urine.

“Kita tidak hanya melakukan razia, tapi juga turut melakukan tes urine,” urainya.

Dari hasil tes urine tersebut, 5 para penghuni kos terindikasi menggunakan narkoba. Alhasil, mereka pun diboyong ke kantor BNNK untuk dilakukan pemulihan.

BACA JUGA..  Polda Sumut Siapkan 167 Pos dan 12.104 Personel Pengamanan Idul Fitri 1446 H

“5 orang terindikasi positif narkotika jenis ampetamin dan methamphetamine. Selanjutnya, mereka dibawa ke kantor BNNK di jalan Raja Inal siregar Batunadua,kota padangsidimpuan ” ungkap Syaiful.

“Tujuan kami melaksanakan operasi ini adalah menjadikan Kota padangsidimpuan zero dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan serta menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” tambah Syaiful.

Tak berhenti di penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine secara acak kepada penghuni kos.
Dikatakan Syaiful bahwa pendekatan BNN tidak melulu represif.

BACA JUGA..  Manager Swalayan Aniaya Bawahan, Ranto Sibarani SH, MH: Klien Kami Dianiaya Hingga Lebam

“Tidak perlu takut dalam pemeriksaan urine ini. Kalaupun ada yang positif, selama tidak terlibat peredaran, kami akan lakukan rehabilitasi. Tujuannya agar mereka pulih dan tidak menggunakan lagi,” katanya.

Kegiatan ini berlangsung aman dan tertib. Dimana para penghuni kos tampak kooperatif saat petugas melakukan razia dan tes urine.

BNNK juga akan terus menggunakan razia ini guna menekan angka peredaran narkoba di wilayah tugas mereka. (msp)