IKLAN IKLAN

Bendung PLTA Batangtoru Bukan Pengendali Banjir

Pakar Sipil Bangunan Air PLTA Batangtoru, Hadi Susilo saat menjelaskan materi pada Juornalist Gathering. (AP/Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Waduk atau bendung dari Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), relatif kecil. Sehingga, fungsinya sama sekali tisak di desain untuk mengendalikan banjir, saat curah hujan tinggi.

Hal ini ditegaskan pakar Sipil Bangunan Air PLTA Batangtoru, Hadi Susilo, pada Jurnalist Gathering yang digelar selama 2 hari (23 sampai 24 April 2025), Rabu (23/4) di Syakirah The View and Resto Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Tapsel.

“Waduk dari PLTA Batangtoru cukup kecil. Tidak untuk pengendali banjir,” terangnya.

BACA JUGA..  Tiba di Tapsel, Wapres Gibran Tinjau  Sungai Garoga dan Posko Pengungsian PT Agincourt Resources

Karena itu Hadi Susilo memastikan, jika terjadi banjir dihilir, pada hakikatnya tidaklah disebabkan pembangunan bendung atau waduk PLTA Batangtoru.

“Berdasarkan pengalaman yang kami catat, banjir dihilir terjadi 8 hingga 12 kali dalam setahun, sebelum adanya bendung atau waduk dari PLTA,” terangnya sambil menjelaskan, prinsip kerja waduh adalah menahan tidak terlalu banyak air, lalu mengalirkannya lewat terowongan sepanjang 12 kilometer lebih menuju Power House.

“Apabila ada kelebihan debit, akan otomatis bendung akan melepas atau mengembalikan seperti pada kondisi awal sebelum adanya bendung. Yang jelas, tidak mengendalikan banjir,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Gelar Tabligh Akbar, Agincourt Resources Perkuat Kebersamaan

Juornalist Gathering yang digelar 2 hari itu, dibuka Manager Sosial dan Komunikasi Arie Dedi Pupita, diikuti wartawan yang bertugas di Tapsel dan Kota Padabgsidimpuan.

Selain Hadi Susilo, juga hadir jadi pembicara dalam memberikan penguatan dan pencerahan kepada peserta jurnalist Gathering, terkait tugas-tugas jurnalistik dan teknik photografi jurnalistik, NSHE menghadirkan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Sumatera Utara (KPI) Syahrir dan Agus Khaidir dari Media Kompas Media Group serta Manajer Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati, Iqbal N Arafat.

BACA JUGA..  Sinergi YHHP, Baznas dan Samsat Tapsel Beri Bantu Korban Banjir

Sebelumnya, Arie Dedi Pupita menyebut, Jurnalis Gathering NSHE tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus diskusi strategis antara insan media dan pelaku industri energi dalam mendorong masa depan energi yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.

Menurutnya, proyek PLTA Batangtoru, bukan sekedar pembangunan infrastruktur energi, tapi dapat menjadi representasi nyata dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. (msp)