BRANDAN, Sumutpost.id – Bandar narkoba berinisial Ren alias Rendi sangat santer dan tak asing lagi namanya di Desa Lubuk Kasih dan Kelurahan Pangkalan Batu, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.
Walau sudah tidak rahasia umum lagi soal keberadaan dan status Ren alias Rendi sebagai bandar narkoba, tapi hingga saat ini Polsek Pangkalan Brandan termasuk Polres Langkat seperti tidak mempermasalahkannya.
Pasalnya, bisnis haram yang dijalankannya sangat marak di Dusun Desa Lubuk Kasih dan Linkungan Tangkahan Sere.
Bahkan, dalam pemberitaan sebelumnya, seorang ibu rumah tangga kepada Sumutpost.id sampai membandingkan upaya gerak Polisi menangkap terduga teroris walau bersembunyi di lobang semut pasti dapat ditangkap, yang berbanding terbaik dengan bandar narkotika Ren alias Rendi.
Hasil investigasi Sumutpost.id dilapangan, diduga bandar narkoba Ren alias Rendi ini sudah bertahun-tahun menjalankan bisnis jualan narkoba tanpa tersentuh hukum.
Dan, untuk yang kesekian kalinya pula masyarakat menaruh harapan besar kepada Kapolres Langkat yang baru AKBP David Triyo Prasojo Polda Sumatera Utara (Poldasu) Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H agar dapat menangkap bandar Ren alias Rendi. Warga menjelaskan, bahwa mereka sudah tidak percaya lagi dengan integritas polisi yang bertugas di Kabupaten Pangkat.
Disebut warga yang juga menjadi narasumber Sumutpost.id — yang meminta identitasnya tidak diungkap, mereka meminta keseriusan Kapoldasu melakukan tindakan nyata pemberantasan peredaran narkoba yang sudah sangat meresahkan masyarakat.
“Kami sangat berharap pihak kepolisian Polda Sumut, Polres Langkat dan Polsek setempat menangkap bandar narkoba berinisial Ren alias Rendi yang sudah puluhan tahun menjalankan bisnis haramnya. Karena sepak terjangnya sudah meresahkan masyarakat disini,” terang beberapa warga kepada Sumutpost.id.
“Semua masyarakat sudah susah dengan maraknya peredaran narkoba yang dijalani oleh bandar berinisial Ren alias Rendi di kampung ini. Anak-anak habis semua terkontraminasi dari yang kecil tingkat anak sekolah sekolah menengah pertama (SMP) hingga ke SMA dan jenjang Kuliahan habis semua kena narkoba, parah kali sudah,” ungkap mereka.
Dugaan masyarakat bahwa sudah terjalin komunikasi yang baik antara bandar dan oknum Polisi di Pangkalan Brandan. Dugaan itu makin diperkuat sikap Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Irwanta Sembiring SH melalui Kanitreskrim Iptu Tomi Elvisa Ginting SH, berulang kali dikonfimasi tidak pernah mau mengangkat teleponnya.
Ketika Sumutpost.id memberitahukan sikap Kapolsek dan Kanitres Polsek Pangkalan Brandan, masyarakat semakin liar dalam berasumsi.
Mereka (warga) tidak ragu mengatakan, bahwa kedua pejabat di Polsek Pangkalan Brandan itu perlu diselidiki pihak internal Polda Sumut.
“Kalau sudah seperti itu Kapolsek dan Kanitres, berarti mereka berdua perlu dipanggil ke Polda Sumut. Harus diperiksa Bid Priopam Polda itu. Kita tidak menuduh tapi kita menduga ada sesuatu dengan mereka,” tegas warga.
Diberitakan sebelumnya, Polsek Pangkalan Brandan pernah beberapa kali melakukan penggerebekan ke lokasi penjualan narkoba milik bandar Ren alias Rendi. Tapi Rendi cs selalu berhasil kabur dari sergapan.
Melihat keberuntungan Rendi cs yang selalu lolos, diduga bahwa sudah ada oknum Polisi yang menjadi kaki tangan atau informan yang selalu memberitahukan rencana penggerebekan tim nya kepada bandar Ren alias Rendi. (msp)







