JAKARTA, Sumutpost.id – Sebanyak 25 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur mendapat pelatihan membatik.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Enget Prayer Manik mengatakan pelatihan membatik merupakan hasil kolaborasi dengan Yayasan Batik Indonesia dan Kementerian Perindustrian.
“Ini upaya memperkuat struktur industri nasional dengan menciptakan wirausaha baru dan meningkatkan daya saing IKM (industri kecil menengah),” kata Enget, Kamis (5/9/2024).
Meski para narapidana di Lapas Kelas I Cipinang umumnya tidak memiliki pengalaman membatik, tapi pelatihan yang digelar selama 3-7 September 2024 disambut antusias.
Bahkan sekarang saja para narapidana Lapas Kelas I Cipinang sudah dapat menunjukkan hasil karyanya, dan rencananya dalam waktu dekat segera dipasarkan ke masyarakat.
Diharapkan kemampuan membatik yang diberikan berguna bagi narapidana Lapas Kelas I Cipinang, agar ketika selesai menjalani masa tahanan nanti mereka memiliki bekal membuat usaha.
“Ini juga perwujudan tiga pilar utama di dalam membangun narapidana menjadi manusia mandiri. Ketiga pilar ialah masyarakat, petugas pemasyarakatan, dan narapidana,” ujar Enget.
Sementara terkait pemasaran, Lapas Kelas I Cipinang akan bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) Jakarta.
Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita menuturkan pihaknya mengapresiasi pelatihan diberikan dan menyatakan akan membantu pemasaran hasil karya.
Menurutnya IKM berperan strategis dalam perekonomian nasional, menyerap 65,55 persen tenaga kerja industri dan membuka peluang usaha luas meski dengan sumber daya yang minimal.
“Sehingga dengan dibekalinya Warga Binaan dengan pelatihan diharapkan akan membuka peluang kerja, dan usaha yang lebih luas di masyarakat apabila bebas nanti,” tutur Reni. (msp)







