JAKARTA, Sumutpost.id – Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) menilai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai terlalu berlebihan bahkan terkesan memperkeruh situasi politik terkait Wakil Presiden (Wapres) Gibran Raka Buming Raka yang duduk sejajar dengan menteri. Padahal, seharusnya posisi Wapres berada di sebelah presiden.
Koordinator PMPHI Wilayah Sumut, Gandi Parapat mengatakan, tidak pantas Menteri Natalius Pigai yang memberikan klarifikasi soal kursi yang sepantasnya untuk Wapres Gibran. Klarifikasi itu seharusnya disampaikan oleh pihak istana. Membiarkan Wapres duduk sejajar dengan menteri dalam rapat kabinet itu seperti kurang tepat.
“Ini perlu diketahui publik, mengapa sampai posisi Wapres disetarakan dengan menteri. Padahal, seharusnya posisi Wapres di samping atau sebelah Presiden. Sejelek – jeleknya seorang Gibran, jabatannya sebagai Wapres sangat patut untuk dihormati. Tidak pantas seorang wapres duduk seperti di bangku tempel begitu,” ujarnya.
Gandi menengarai, ada upaya yang kurang baik dalam mempengaruhi posisi Gibran dalam rapat kabinet tersebut. Terkesan ada unsur kesengajaan untuk menjatuhkan wibawa Wapres Gibran. Sayangnya, Presiden maupun orang terdekatnya, tidak memperhatikan masalah tersebut.
“Kami melihat Presiden kita yang sangat dicintai masyarakat ini tidak seperti mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang selalu detail memperhatikan segala sesuatu hingga sekecil apapun. Sepertinya, ada permasalah yang pribadi hingga mempengaruhi situasi politik yang kurang baik. Gibran seharusnya ditempatkan pada posisi duduk yang sepantasnya,” katanya.
Gandi menyarankan, Wapres Gibran tidak perlu untuk menghadiri rapat kabinet lagi jika kehadiran dan posisinya ditempatkan sejajar dengan kalangan menteri. Kehadirannya dalam rapat kabinet namun duduk setara dengan menteri, sudah menimbulkan kekecewaan publik.
“Kami sendiri merasa sangat kecewa dengan melihat perlakuan seperti ini. Meski hanya beberapa tahun bertugas, Wapres Gibran sudah banyak mengunjungi dan berbaur dengan masyarakat. Apa yang dilakukan Gibran ini sudah sangat layak dihormati, menjalani tugasnya sebagai wakil presiden. Wapres sebelumnya sepertinya tidak seperti itu,” sebutnya. (msp)







