TAMORA, Sumutpost.id – Program ketahanan pangan (Ketapang) petani di lahan Pasar 13- 14 Gang Pendidikan Jalan Limau Manis Medan Sinembah Desa Limau Manis Tanjung Morawa, dihancurkan orang tak dikenal (OTK). Ubi kayu berusia 3-4 bulan usai tanam dicabuti pelaku saat tengah malam.
Peristiwa memilukan yang dialami petani yang tergabung dalam Forum Kelompok Tani Masyarakat Limaumanis Medan Sinembah (FKTMLM), berlangsung dua malam berturut; 7-8 Juli 2026.
“Aksi pengrusakan mereka lakukan dua malam berturut – turut dari tanggal 7- 8 Juli 2026 saat orang tidur nyenyak. Oknum pengrusak tersebut mencabut tanaman ubi warga, bahkan ada yang sudah berumur 4 bulan,” kata Ketua FKTMLM kepada media pada Kamis 9 Juli 2026.
Perbuatan para pelaku (OTK) sungguh meresahkan warga pemilik lahan. Salah seorang pemilik ubi bermarga Hutabarat mengatakan, tanaman ubinya sudah berumur 4 bulan sebentar lagi panen tapi habis semua dicabut mereka (pelaku).
Yang membuat miris, tanaman ubi Hutabarat ada 5 hektar dan itu diperuntukkan untuk program ketahanan pangan Presiden Prabowo. “Dengan pengrusakan seperti kami minta Ketua FKDM Deli Serdang dapat berkoordinasi dengan Kaban Kesbangpol Deliserdang, Kabid Wasnas Deliserdang dan Camat Tanjungmorawa untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Hutabarat.
Hutabarat mengaku, dirinya bersama petani yang tergabung FKTMLM masih menunggu penyelesaian secara mufakat. Meski dalam posisi menunggu penyelesaian oleh pejabat terkait, pihaknya tak begitu saja percaya, pengrusak ini tak berbuat lagi.
“Mereka pasti akan melakukan pengrusakan lagi karena merasa aman, tapi jangan lupa kami juga akan melakukan upaya perlawanan dengan melakukan ronda malam. Tujuannya ya, menangkap pelaku – pelaku itulah, mereka jual kita beli. Disini kami mencari makan, masak dirusak orang kita biarkan,” tegas Hutabarat. (msp)







