IKLAN IKLAN

Tanggul Sungai Padang Jebol, Ratusan Rumah di Kota Tebingtinggi Terendam Banjir

Beginilah situasi terkini sejumlah ruas jalan dan sebagian kawasan rumah warga di Kota Tebingtinggi yang tergenang air akibat debit air sungai Padang meningkat dan jebolnya tanggul. (AM Sitorus/Sumutpost.id)

TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Tanggul dan pintu klep di bantaran Sungai Padang, Lingkungan III, Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, jebol pada Senin 11 Mei 2026 dini hari. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir setelah debit air sungai meningkat akibat hujan deras di wilayah hulu sejak malam sebelumnya.

Banjir merendam sejumlah kawasan padat penduduk di beberapa kelurahan, diantaranya Bandar Sakti, Bandar Utama, Badak Bejuang, Tebing Tinggi Lama, Sri Padang, Tanjung Marulak Hilir, dan Karya Jaya.

BACA JUGA..  Sungai Aek Doras Sibolga Meluap Rendam Permukiman Warga

Dari seluruh wilayah terdampak, Kelurahan Bandar Utama disebut mengalami dampak paling parah. Air masuk ke permukiman warga setelah tanggul penahan air dan pintu klep drainase tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Padang.

Kepala Lingkungan III, Kelurahan Bandar Utama, Tengku M. Riswan, mengatakan sedikitnya 150 rumah warga di wilayahnya terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 450 jiwa.

“Air mulai masuk sekitar pukul 05.00 WIB. Arusnya deras karena tanggul jebol dan pintu klep rusak. Tanggul itu sebenarnya pernah jebol juga tahun lalu,” kata Riswan kepada wartawan di lokasi banjir.

BACA JUGA..  Perladangan Mbang Babi Disulap Markas Judi Beromzet Ratusan Juta Perhari, Kapolsek Tigapanah Pilih Bungkam

Menurut warga, kondisi diperparah karena kawasan tersebut berada tepat di bantaran Sungai Padang dan menjadi daerah langganan banjir setiap debit air meningkat. Lingkungan I dan III Bandar Utama menjadi titik yang paling cepat tergenang karena posisi wilayah lebih rendah dan berada di hilir aliran sungai.

Selain permukiman warga, banjir juga mengganggu sejumlah fasilitas publik di sekitar bantaran Sungai Padang. Beberapa lokasi yang terdampak di antaranya RS Sri Pamela, SD Inpres di Jalan Sudirman, serta Pasar Inpres.

BACA JUGA..  Pemprov dan Kementan Percepat Identifikasi Pertanian Terdampak Banjir dan Longsor, Kerugian 1 Triliun Lebih
Beginilah situasi terkini sejumlah ruas jalan dan sebagian kawasan rumah warga di Kota Tebingtinggi yang tergenang air akibat debit air sungai Padang meningkat dan jebolnya tanggul. (AM Sitorus/Sumutpost.id)

Sementara itu, Sungai Bahilang yang melintasi pusat Kota Tebingtinggi dilaporkan tidak mengalami kenaikan debit signifikan. Kondisi itu membuat banjir hanya terpusat di kawasan permukiman yang berada di sepanjang aliran Sungai Padang.

Hingga Senin sore, warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang rumah tangga, sementara genangan air keruh masih merendam sejumlah rumah dengan ketinggian bervariasi, antara 30-50 cm. (msp)