IKLAN

Ini Nama 28 Perusahaan Yang Dicabut Pemerintah Izinnya Karena Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Tumpukan gelondongan kayu saat banjir melanda Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 lalu. (Ist/Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Imbas dari bencana ekologis yang terjadi di Pulau Sumatera, Pemerintah menyabut izin 28 perusahaan yang melakukan aktivitas di kawasan bencana tersebut. 28 perusahaan itu tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumareta Barat.

28 perusahaan tersebut terbukti melanggar aturan dalam menjalankan bisnisnya hingga menyebabkan bencana ekologis.
Meski, 22 perusahaan mengantongi Perizinan Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PPBH).

Ke-28 perusahaan itu terdiri dari 22 perusahaan kehutanan, dan 6 perusahaan non-kehutanan, yakni pertambangan, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan.

Berikut daftar 28 perusahaan tersebut;

BACA JUGA..  Nasib Buruh 28 Perusahaan Mengkhawatirkan, Jangan Sampai Investor Takut Berinvestasi

Aceh:
1. PT Aceh Nusa Indrapuri
2. PT Rimba Timur Sentosa
3. PT Rimba Wawasan Permai

Sumatera Barat:
1. PT Minas Pagai Lumber
2. PT Biomass Andalan Energi
3. PT Bukit Raya Mudisa
4. PT Dhara Silva Lestari
5. PT Sukses Jaya Wood
6. PT Salaki Summa Sejahtera

Sumatera Utara:
1. PT Anugerah Rimba Makmur
2. PT Barumun Raya Padang Langkat
3. PT Gunung Raya Utama Timber
4. PT Hutan Barumun Perkasa
5. PT Multi Sibolga Timber
6. PT Panei Lika Sejahtera
7. PT Putra Lika Perkasa
8. PT Sinar Belantara Indah
9. PT Sumatera Riang Lestari
10. PT Sumatera Sylva Lestari
11. PT Tanaman Industri Lestari Simalungun
12. PT Teluk Nauli
13. PT Toba Pulp Lestari Tbk

BACA JUGA..  Gerindra Dorong Percepatan Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Banjir Bandang Sumatera

6 Badan Usaha Non-Kehutanan:

Aceh:
1. PT Ika Bina Agro Wisesa
2. CV Rimba Jaya

Sumatera Utara:
1. PT Agincourt Resourcesu
2. PT North Sumatra Hydro Energy

Sumatera Barat:
1. PT Perkebunan Pelalu Raya
2. PT Inang Sari

Peristiwa ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di Indonesia yang memakan korban jiwa ribuan orang yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

BACA JUGA..  Sebelum Tewas, Fanni Ismail Perangin-angin Dikeroyok di Lapas Labuhan Ruku

Faktor penyebab bencana yaitu curah hujan ekstrem, dinamika atmosfer global, dan kemunculan Siklon Senyar di dekat garis khatulistiwa. Degradasi hutan yang masif di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) juga membuat tanah kehilangan daya serap air.

Dan lemahnya pengawasan terhadap alih fungsi lahan untuk tambang dan perkebunan, serta keterlambatan respon pemerintah daerah terhadap peringatan dini BMKG. (msp)