IKLAN
DAERAH  

Mendagri dan Menteri PKP Serahkan 120 Unit Huntap di Tapsel, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat

Mendagri M Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait pada penyerahan Huntap Tahap I, 120 unit di Tapsel. (AP/Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pemulihan pascabencana, Sumatera.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait secara resmi menyerahkan kunci Tahap I, sebanyak 120 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat korban bencana di Dusun Tamansari Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (27/03/2026).

Hunian tetap tersebut merupakan bantuan kemanusiaan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga negara dan relawan kemanusiaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, Wali Kota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe, Ketua TP PKK Tapsel Ny Murni Gus Irawan Pasaribu, Forkopimda Tapanuli Selatan, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto, jajaran Kemendagri, Satgas Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), serta para penerima manfaat.

Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu menyampaikan, kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat sejak awal bencana hingga proses pemulihan, khususnya di Tapsel.

“Pemerintah pusat hadir luar biasa. Presiden, Wakil Presiden, para menteri terus memberi perhatian. Bahkan pada hari libur dan hari besar kami tetap melakukan koordinasi. Ini bukti kesungguhan negara membantu rakyat,” sebutnya.

BACA JUGA..  Lestarikan Keanekaragaman Hayati Batang Toru, Agincourt Resources Lakukan Pengayaan Meranti Tembaga

Menurutnya,  keberhasilan percepatan pembangunan huntap tidak lepas dari dorongan Mendagri yang secara konsisten mengingatkan pentingnya validasi data korban.

Dimana, berbagai bantuan pemerintah pusat yang telah diterima masyarakat, di antaranya santunan korban meninggal dunia, bantuan stimulan rumah rusak, bantuan perabotan, bantuan ekonomi produktif, hingga jaminan hidup bulanan bagi warga terdampak.

“Semua fasilitas negara sebenarnya sudah tersedia. Kuncinya ada pada kecepatan daerah dalam menyiapkan data yang valid,” tambahnya.

Apresiasi Mendagri: Tapsel Jadi Role Model Nasional

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tapsel, yang dinilai paling cepat dalam penanganan pascabencana dibanding daerah lain.

Menurut Tito, percepatan pembangunan huntap sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan data by name by address yang diverifikasi Badan Pusat Statistik (BPS).

“Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah tercepat. Ini bisa menjadi role model bagi daerah lain. Kolaborasi pemerintah daerah, BPS, TNI-Polri, dan seluruh unsur berjalan sangat baik,” ungkapnya sambil menyampaikan, negara juga telah menyalurkan berbagai bantuan mulai dari dana tunggu hunian, bantuan lauk pauk harian, bantuan perabotan Rp 3 juta, hingga stimulan ekonomi Rp 5 juta bagi masyarakat terdampak.

BACA JUGA..  Arogan! Petugas Keamanan dan Staf PT AR Usir Wartawan Saat Liputan Sidang Lapangan

Mendagri dan Menteri PKP Tinjau Langsung Rumah Huntap

Mendagri dan Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung beberapa unit rumah di Blok B2 dan B4 bersama warga penerima bantuan. Dalam peninjauan tersebut, Menteri PKP memastikan kualitas bangunan, fasilitas air bersih, listrik, serta kelayakan hunian telah memenuhi standar kenyamanan masyarakat.

Pembangunan huntap ini merupakan bagian dari total 454 unit rumah, dengan rincian: 120 unit telah selesai dan diserahkan, 227 unit dalam tahap pembangunan, 107 unit ditargetkan rampung pada 20 April 2026.

Kawasan huntap juga dilengkapi fasilitas umum seperti lapangan, ruang terbuka hijau, masjid, balai desa, serta jaringan jalan dan utilitas dasar.

Bantuan Melampaui Janji

Sementara itu, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menyebut, bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi bahkan telah melampaui komitmen awal.

“Awalnya hanya rumah, tetapi ternyata masyarakat juga mendapatkan sofa, meja makan, lemari, spring bed di setiap kamar. Ini jauh di atas ekspektasi kami,” ungkapnya.

Selain itu, TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan juga turut menyalurkan bantuan perlengkapan dapur berupa kompor gas, regulator, peralatan memasak, hingga sembako bagi seluruh penghuni huntap.

Haru dan Bahagia Warga Penerima

Mayasari, warga Dusun Nusa Indah Desa Hapesong Baru, mengaku sangat bahagia menerima rumah baru tersebut.

“Walaupun Yayasan Buddha Tzu Chi lintas agama, mereka membantu kami dengan tulus. Ini menunjukkan persatuan dan kemanusiaan yang luar biasa,” ujarnya.

BACA JUGA..  Komisi A DPRD Karo Soroti Hak Prerogatif Kepala Desa Dalam Memilih Perangkat Desa

Hal serupa juga disampaikan Tamin, 66 tahun. Warga Pulo Lubang ini mengaku terkesan dengan kualitas rumah dan perabotan yang diterima. Semua bagus, mulai dari spring bed, sofa, sampai meja makan. Gratis tapi kualitasnya tidak gratisan.

“Terima kasih Pak Presiden Prabowo, Gubsu Bobby Nasution dan Bupati Tapsel Gus Irawan serta Buddha Tzu Chi,” ungkapnya.

Gotong Royong Nasional Bangun Harapan Baru

Pembangunan huntap ini merupakan hasil kolaborasi besar antara pemerintah pusat, Pemkab Tapanuli Selatan, BPS, BNPB, Kementerian Sosial, BPKP, PLN, PTPN sebagai penyedia lahan, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto menyampaikan harapannya, agar rumah bantuan tidak diperjualbelikan dan benar-benar menjadi tempat memulai kehidupan baru bagi para korban bencana.

Mendagri Tito Karnavian juga saat menutup kegiatan, dengan menyampaikan harapan agar keberhasilan Tapanuli Selatan menjadi inspirasi nasional.

“Ini contoh nyata gotong royong Indonesia. Negara hadir, masyarakat dibantu, dan harapan baru dibangun kembali,” pungkasnya.

Penyerahan huntap tahap pertama ini menjadi tonggak penting pemulihan pascabencana di Tapanuli Selatan, sebuah bukti bahwa sinergi pemerintah dan kemanusiaan mampu mengubah duka menjadi harapan baru bagi masyarakat. (msp)