IKLAN
DAERAH  

Minim Dihadiri Masyarakat, Festival Mejuah juah 2025 Mirip Acara Syukuran Pejabat Pemkab Karo

KARO, Sumutpost.id – Acara Festival Mejuah-juah tahun 2025 resmi diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo. Bertempat di Taman Mejuah-juah,  Berastagi, Jumat (12/12/2025).

Hasil amatan Sumutpost.id di lokasi kegiatan Festival Mejuah-juah, minim antusiasme masyarakat yang menyaksikan acara perlombaan seni budaya tersebut. Pasalnya Kebanyakan yang menyaksikan perhelatan budaya karo didominasi para pejabat teras serta pimpinan OPD dijajaran pemerintah Kabupaten Karo. Tanpa ada terlihat hadir tamu undangan dari luar daerah.

Acara yang katanya bertujuan untuk mempromosikan seni budaya karo dan pariwisata ini diduga menelan anggaran yang cukup fantastis kurang lebih ratusan juta rupiah, namun pada kenyataannya masih jauh dari harapan. Sehingga menuai kritik pedas dari kalangan masyarakat.

Sebagian warga juga menganggap panitia festival mejuah juah, kurang persiapan yang matang dan terkesan hanya  buang buang anggaran karna dilaksanakan pada bulan desember dimana masyarakat karo umumnya sibuk merayakan natal dan prediksi cuaca yang diketahui sering ekstrim.

BACA JUGA..  Tanjung Morawa Juara Umum MTQ ke-59 Deli Serdang, Labuhan Deli Tuan Rumah Tahun Depan

Berdasarkan isi spanduk dan baliho yang diedarkan Disbudporpar Kabupaten Karo acara festival Mejuah-juah 2925 mengadakan berbagai lomba seni budaya seperti, adu perkolong kolong, lomba ertudung erbulang, lomba ngerengget, tari tungkat, tari lima serangkai dan ndikar (silat karo). Selain itu pihak panitia juga menyediakan pertunjukan tembut tembut seberaya, adu perkolong kolong siadi dan pameran UMKM.

Dari sekian banyak acara lomba yang diadakan, terlihat jelas minim peserta yang ikut mendaftar festival budaya, dilokasi stand mini taman mejuah juah juga banyak pedagang pakaian bekas (monza) menggelar dagangan nya, hanya beberapa stand yang benar memamerkan produk UMKM.

Seorang tokoh masyarakat asal Kota Berastagi yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Kabupaten Karo Dickson Pelawi mengkritik kegiatan Festival mejuah juah yang  digelar Disbudporpar Kabupaten Karo,

BACA JUGA..  Kades dan Kadus Barung Kersap Resmi Tahanan Kota, Wilter Sinuraya Apresiasi Kejari Karo

“Kira kira wisatawan dari mana yang mau datang menyaksikan pertunjukan festival di musim penghujan, belum lagi kondisi beberapa kota yang ada di Tanah Karo yang sering mengalami krisis Bahan Bakar Minyak,” ujar Dickson menanggapi status media sosial, seraya bertanya tanya.

Tak hanya itu, menyikapi status dimedia sosial Facebook terkait acara festival Mejuah-juah kritikan lainnya juga datang dari tokoh masyarakat/budayawan dan penggiat media sosial atas nama akun @Petrus Sitepu l ,

“Maksud ndu.. Yang bentuk panitia Dia, menentukan anggaran Dia.. Nentukan hari, tempat, bentuk acr Dia. Undangan Dia.. Yang pidato buka Acr Dia, yg tepuk tangan Dia Semua Dia… Dia semua gitu kah?,” tulis Petrus Sitepu l

Plt Kadis Budporapar Kabupaten Karo Juni Antomi Kemit saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat ke nomor kontak miliknya. Ditanya prihal siapa yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia acara festival mejuah juah, darimana sumber dana nya, berapa total anggaran yang digelontorkan, berapa jumlah peserta lomba yang mendaftar, dari daerah mana saja peserta ikut lomba dan apa target capaian  dari dinas terkait atas diselenggarakan nya festival Mejuah-juah thn 2025 ?

BACA JUGA..  HUT Adyaksa ke 64 dan Dharmakarini XXIV, Kejaksaan Negeri Karo Gelar Jalan Sehat

Namun hingga berita ini di terbitkan, Juni Antomi Kemit masih enggan memberikan tanggapan serta penjelasan kepada wartawan. Terkesan cuek dan abaikan transparansi keterbukaan informasi publik. Semoga hal ini menjadi catatan penting bagi Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr.dr Antonius Ginting Sp.OG M.Kes dan Wakil Bupati Karo Komando Tarigan SP untuk lebih selektif menempatkan posisi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo. (msp)