TAPTENG, Sumutpost.id – Sebanyak 6.602 rumah warga di Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara (Sumut) rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025 yang lalu.
Plt Kadis Perkim Tapteng, Jamil Panggabean mengatakan, dari angka tersebut, 1.856 rumah mengalami rusak berat.
“Kemudian 1.604 rumah warga mengalami rusak sedang dan 3.142 rumah lainnya rusak ringan,” jelas Jamil Panggabean di Pandan, Rabu (10/12/2025).
Ia mengatakan, data tersebut masih bersifat sementara, dan akan berubah berdasarkan update data yang dilakukan petugas di lapangan.

Sebelumnya, Bupati Masinton Pasaribu mengungkap, berdasarkan data terakhir, masih ada 19 desa di Tapteng yang terisolir.
Jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 110 jiwa, dalam pencarian 94 orang, dan pengungsi 18.331 orang.
“Maka 14 hari ke depan sejak tanggal 10 Desember 2025, kita akan perpanjang status tanggap darurat,” kata Masinton. (msp)







