IKLAN IKLAN
DAERAH  

PT Sago Rusak dan Serobot Lahan Warga di Unte Mungkur IV Tapteng

Warga Kelurahan Tapian Nauli, Pimpin Hutagalung meninjau lahan miliknya yang di rusak dan diserobot PT Sago. (Aris Barasa/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Warga Kelurahan Tapian Nauli, Pimpin Hutagalung, berang mengetahui lahan miliknya yang ditanami pohon sagu dirambah dan dirusak alat berat milik PT Sago, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Tanah seluas 6 hektar di Desa Untemungkur IV, Kecamatan Kolang, Tapteng itu merupakan warisan leluhur (Opung) kami. Dahulu, opung kami bertani dan berkebun di sana,” ujar Pimpin Hutagalung kepada wartawan, Rabu (5/8/2025).

Dijelaskan, ratusan rumpun pohon sagu (rumbia) yang tumbuh subur di atas lahan miliknya tersebut, kini telah rata dengan tanah. Padahal, setiap tahun, pohon sagu itu dipanen orang yang menyewa lahan.

Pimpin Hutagalung mengungkap, peristiwa pengrusakan lahan pertanian miliknya tersebut terjadi sekira dua bulan yang lalu.

BACA JUGA..  Danone Salurkan 12.000 Botol Air Mineral, Bupati Berharap Danone Berkontribusi Sampai Tahap Pemulihan

“Saya dapat informasi dari kerabat, maka saya langsung turun melihat. Ternyata benar, sudah ada alat berat milik PT Sago yang merambah dan merusak lahan saya,” ungkap Pimpin Hutagalung.

Pimpin Hutagalung mengatakan, setelah berdebat sengit, karyawan PT Sago akhirnya menghentikan kegiatan alat berat tersebut di atas lahannya.

“Bahkan, saat itu saya tantang karyawan PT Sago untuk melaporkan saya, kalau mereka keberatan dengan keberadaan saya di atas lahan saya yang telah mereka rusak,” kata Pimpin Hutagalung.

Menurut Pimpin Hutagalung, pada peninjauan, Selasa sore (4/8/2025) kemarin, terlihat dua orang yang mengaku karyawan PT Sago mendatanginya. Mereka pun berdialog terkait lahan tersebut.

BACA JUGA..  Dinkes Tapteng Evakuasi 5 Warga Sakit di Wilayah Terisolir

Dalam dialog itu, karyawan PT Sago menjelaskan bahwa mereka hanya pekerja, dan lahan yang mereka kerjakan itu katanya sudah dibeli, bahkan sudah diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pimpin Hutagalung menampik dan menyatakan kalau dia belum pernah menjual lahannya tersebut ke PT Sago.

“Tolong tunjukkan buktinya ke saya, kalau saya pernah menjual lahan saya ini. Karena saya juga kenal dengan semua pemilik lahan di kawasan ini,” kata Pimpin Hutagalung.

Menyikapi pernyataan karyawan PT Sago tersebut, Pimpin Hutagalung juga berencana mendatangi kantor BPN Tapteng untuk mempertegas sekaligus mempertanyakannya.

Kades Akui Lahan Pimpin Hutagalung

Kepala Desa Untemungkur IV, Pirman Nainggolan ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Pimpin Hutagalung memang memiliki lahan di kawasan tersebut.

BACA JUGA..  Masinton Pasaribu di Konferensi Internasional Spiced Islam 2025 di Situs Bongal: Perjuangkan Pemerataan Pembangunan Untuk Kawasan Pantai Barat

“Tetapi saya belum mengetahui berapa luasan lahan atau di mana posisi atau titik koordinatnya. Pastinya, Pimpin Hutagalung memang memiliki lahan di kawasan tersebut,” kata Pirman Nainggolan.

Pirman Nainggolan mengungkap, beberapa waktu lalu ada orang yang mengaku dari PT Sago juga pernah mempertanyakan secara lisan ke pihaknya terkait keberadaan tanah milik Pimpin Hutagalung.

“Jawaban juga saya tetap sama, bahwa Pimpin Hutagalung memang punya lahan di kawasan itu tapi saya tidak tahu di mana posisi pastinya,” katanya. (msp)