TAPTENG, Sumutpost.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) bersama lintas sektoral serta dukungan pihak swasta mempercepat penanganan pascabencana di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka.
Sesuai instruksi Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, pengerahan alat berat terus dioptimalkan untuk mempercepat normalisasi sungai, pembersihan material longsor, pembangunan tanggul, hingga pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Winner Napitupulu, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan harian per Rabu 5 Agustus 2026, sebanyak 11 unit alat berat dari berbagai instansi dan mitra bekerja secara simultan di sejumlah titik prioritas.
Di bagian hulu Sungai Aek Silagalaga, alat berat long arm milik Kementerian PU telah menuntaskan normalisasi sepanjang 80 meter dengan total galian mencapai 575 meter. Sementara pekerjaan di dekat kawasan permukiman warga arah hulu telah mencapai sekitar 150 meter.
Di bagian hilir Sungai Silagalaga, long arm milik Dinas PUPR Provinsi Sumut, juga terus melakukan normalisasi sungai. Hari ini pekerjaan bertambah sepanjang 30 meter sehingga total galian telah mencapai sekitar 325 meter.
Bantuan ekskavator dari Roganda difokuskan pada pembersihan jalan kelurahan dari Lingkungan III hingga Lingkungan V, pengerukan parit di kawasan permukiman, normalisasi Sungai Aek Garut. Total pekerjaan di berbagai titik telah mencapai ratusan meter dan alat tersebut dijadwalkan bergeser ke Poriaha.
Sementara itu, ekskavator milik PUPR Tapteng melaksanakan peninggian tanggul di Lingkungan III Purba Tua, pengerukan parit, pembangunan tanggul Aek Silagalaga, normalisasi sungai sepanjang sekitar 640 meter, pembersihan jalan kelurahan, hingga pengerukan saluran menuju area persawahan.
Dukungan BNPB juga terus diperkuat melalui beberapa unit ekskavator. Saat ini telah menormalisasi Sungai Sipange di Lingkungan II sepanjang sekitar 365 meter dan kini difokuskan pada pemasangan geobag sebagai penguatan tebing sungai. Dan alat berat lainya melakukan normalisasi sungai di Lingkungan II Sipange dan Lingkungan I Sibaganding, sekaligus melakukan pengisian material pasir ke dalam geobag.
Di sisi lain, PT WIKA mengerahkan sejumlah alat berat untuk mempercepat pekerjaan dengan melakukan pembersihan jalan protokol Kabupaten mulai Simpang Sipange hingga Lingkungan IV serta normalisasi Sungai Purba Tua yang total pekerjaannya telah mencapai sekitar 260 meter.
Ekskavator milik PT WIKA juga terus melakukan normalisasi Sungai Silagalaga di Lingkungan I Sibaganding dengan total pekerjaan mencapai sekitar 355 meter. Sedangkan ekskavator lainnya menyelesaikan normalisasi di bagian hulu Sungai Silagalaga hingga total 305 meter.
Satu unit ekskavator lainnya menangani pengerukan parit di Lingkungan IV dan normalisasi hilir Sungai Silagalaga sebelum dijadwalkan bergeser ke Bonalumban.
Selain itu, ekskavator Mini dari Kementerian telah membersihkan area persawahan di Lingkungan IV Sibarung-barung dengan luas sekitar 800 meter persegi dan selanjutnya akan dipindahkan ke Huta Nabolon.
Ekskavator Long Arm bantuan BNPB juga terus melakukan normalisasi Sungai Silagalaga dengan total pekerjaan mencapai sekitar 125 meter, sedangkan ekskavator milik Dinas Kelautan turut memperkuat percepatan normalisasi Sungai Silagalaga.
Winner Napitupulu menegaskan, seluruh pekerjaan dilaksanakan secara terpadu sesuai arahan Bupati agar penanganan pascabencana dapat selesai secepat mungkin.
“Sesuai instruksi Bupati, Pemkab Tapteng bersama lintas sektoral terus mengoptimalkan pengerahan alat berat ini guna mempercepat normalisasi aliran sungai, pembersihan material longsor dan sampah, serta perbaikan infrastruktur publik demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Kelurahan Sipange dan sekitarnya,” ujar Winner Napitupulu.
Pemerintah berharap percepatan pekerjaan tersebut dapat memulihkan akses masyarakat, mengurangi risiko banjir susulan, serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan kehidupan warga yang terdampak bencana di Kecamatan Tukka. (msp)







