IKLAN

DAERAH  

Ratusan Ojol Gelar Aksi Solidaritas, Kapolres Binjai Pimpin Doa Untuk Almarhum Affan

Kapolres Binjai, AKBP Bambang C Utomo bersama ratusan driver ojek online saat aksi solidaritas sebagai dukungan moral bagi keluarga almarhum Affan Kurniawan yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan taktis milik Brimob Polri. (Melky/Sumutpost.id)

BINJAI, Sumutpost.id – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Binjai menggelar aksi solidaritas untuk mengenang mendiang Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan taktis milik Brimob Polri. Aksi berlangsung khidmat di halaman Polres Binjai, Jumat sore 29 Agustus 2025.

Tidak seperti aksi massa pada umumnya, kegiatan ini diwarnai suasana haru dengan doa bersama yang dipimpin langsung Kapolres Binjai, AKBP Bambang C Utomo. Doa tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus dukungan moral untuk keluarga almarhum.

BACA JUGA..  23 Personel Jajaran Polda Sumut Dipecat Sepanjang 2024

“Yang kami lakukan di sini hanya mengirim doa dan konvoi bersama, itu saja,” ujar Ardi Gondrong, Koordinator Aksi Ojol Binjai.

Menariknya, setelah doa bersama, para driver ojol menerima paket beras yang dibagikan pihak kepolisian. Ardi menegaskan bahwa hal itu bukan bagian dari aksi, melainkan sedekah pribadi Kapolres dalam rangka Jumat Berkah.

BACA JUGA..  Bupati Masinton Tinjau Rencana Pembangunan Jalan Penghubung Tapteng-Taput, Dorong Pembukaan Akses Wilayah Terisolir

“Beritanya agak simpang siur juga, tapi Insyaallah bisa diperbaiki dan diluruskan ke depannya,” tambahnya.

Kapolres Binjai AKBP Bambang C Utomo menyampaikan, kegiatan tersebut adalah wujud perhatian sekaligus rasa terima kasih kepada driver ojol yang selama ini banyak membantu masyarakat.

“Hari ini kami ingin sedikit berbagi kepada para driver ojol. Kebetulan juga ini hari Jumat Berkah,” tuturnya.

BACA JUGA..  Spesialis Rayap Curanmor Ditangkap Polisi, Beraksi Saat Korban Sedang Makan Siang

Aksi solidaritas ini menuai apresiasi karena dinilai mampu menghadirkan sisi kemanusiaan dan empati, bukan hanya sekadar protes. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. (msp)