IKLAN

Puluhan Emak-Emak Mengamuk! Hancurkan dan Bakar Mesin Judi Tembak Ikan di Lau Baleng Karo

Tangkapan layar video aksi puluhan ibu-ibu menghancurkan sejumlah mesin judi ikan-ikan dan jackpot di Desa Kuta Mbelin wilayah Liang Melas Datas (LMD) Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu malam 5 Februari 2025 pukul 23.30  Wib. (Ist/Sumutpost.id)

KARO, Sumutpost.id – Puluhan ibu-ibu (emak-emak) mengamuk lalu menghancurkan dan membakar mesin judi ketangkasan ikan di Desa Kuta Mbelin wilayah Liang Melas Datas (LMD) Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu malam 5 Februari 2025 pukul 23.30  Wib.

Aksi ras terkuat di bumi ini sampai viral di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Tiktok dan Instagram.

Aksi spontanitas ini dilakukan adalah puncak keksalan dan ketakutan emak-emak akibat keberadaan judi ketangkasan yang telah membuat para suami dan anak mereka ketagihan bermain.

Kekesalan itu semakin tak terbendung ketika laporan dan aduan mereka tidak pernah ditanggapi pihak Polsek Lau Baleng.

Menurut infomasi yang diperoleh media ini, masyarakat setempat khususnya para ibu rumah tangga sudah beberapa kali menyampaikan permohonan kepada pengusaha judi ketangkasan berinisial LG, agar mesin-mesinnya diangkut dari lokasi. Tapi si pengusaha tidak pernah mendengarkan permohonan itu. Hal yang sama juga mereka laporkan kepada Polsek Lau Baleng, tapi sama saja, tidak pernah digubris para Polisi yang bertugas disana.

BACA JUGA..  Polda Sumut Catat Tren Kecelakaan Lalu Lintas Turun Selama Ops Zebra Toba 2024

Melihat diam-nya para Polisi Polsek Lae Baleng, membuat masyarakat berasumsi bahwa Polisi di kampung mereka telah melegalkan perjudian di kawasan LMD tersebut.

Selanjutnya, di hari kejafian, masyarakat yang didominasi ibu rumah tangga mendatangi sejumlah lokasi judi ikan-ikan.

Sesampainya di lokasi, ibu-ibu langsung memukuli mesin judi dengan menggunakan berbagai macam benda keras seperti batu, martil, balok dan parang. Lalu mesin judi itu diangkat keluar dan dibakar.

Aksi heroik itu pun mendapat tanggapan positif dari banyak akun di media sosial. #menyala_abangku# caption dari unggahan banyak akun yang berseliweran disejumlah media sosial facebook, hingga tuai banyak pujian dan komentar positif warga net.

Selain Suami, Anak Kami juga Sudah jadi Korban

Di lokasi, salah satu ibu yang enggan disebutkan namanya kepada awak media mengakui telah habis kesabaran mereka.

“Udah habis kesabaran kami bang, sudah beberapa kali diingatkan pemerintah desa ke polsek dan juga ke pihak pengusaha judi itu supaya mesinnya diangkut, tapi nggak juga diatenya (diterge). Tidak suami aja, anak anak kami juga ikut ketagihan main judi tembak ikan ikan disitu, hancurlah kami kalau dibiarkan terus, mau makan apalagi kami nanti,” kesalnya.

BACA JUGA..  Polres Tanah Karo Bekuk Pengedar Sabu, Satu Unit Mobil Ikut Disita

,Kades Mengaku, Sebelum Aksi Sudah Melapor ke Kanitres Polsek Lau Baleng

Pasca aksi amuk kaum ras terkuat di bumi itu, Kepala Desa Kuta Mbelin Efendra Sembiring saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, membenarkan aksi spontanitas warga yang umumnya dari kaum ibu.

Katanya beberapa titik lokasi mesin judi ketangkasan ikan ikan digerebek karena kesal para suami mereka kerap pulang larut malam dan habiskan uang untuk berjudi.

“Ya benar, kebetulan semalam kami ada undangan rapat dengan pihak perusahan swasta di mess mereka, jadi saya kurang tau betul kejadiannya bagaimana. Kami baru tau hal itu ketika puluhan warga desa sudah berkumpul di kantor desa, pasca aksi. Mayoritas kaum ibu ibu ini melaporkan kepada kami bawa mereka sudah membakar sebanyak 3 unit mesin judi ketangkasan ikan ikan didua lokasi berbeda,” ujar Efendra.

BACA JUGA..  Polda Sumut Beri Penjelasan Atas Viralnya Mobil Dinas Propam Polres Tapsel Dikemudikan Remaja Diduga Tabrak Lari

Lanjutnya lagi, “Jauh sebelum ada aksi warga ini, kami dari pemerintah Desa Kuta Mbelin sudah pernah beberapa kali menyampaikan keberatan ke Kanitres Polsek Lau Baleng, meminta agar kegiatan perjudian mesin jeckpot jenis ikan ikan dapat segera ditertibkan aparat. Adapun alasan mereka (warga) melakukan aksi nekat tersebut, katanya kesal karna para suami kerap pulang larut malam dan sering habiskan uang untuk berjudi dan mereka juga takut dapat berdampak buruk terhadap mental anak anak dan juga menggangu kenyamanan serta ketentraman warga desa,” ujar Kades Kuta Mbelin mengahiri.

Sementara hingga berita ini dinaikkan, belum ada pernyataan dari pihak Polsek Lau Baleng terkait aksi dan pernyataan puluhan ibu rumah tangga di wilayah hukumnya. (msp)