KARO, Sumutpost.id – Dampak banyaknya pedagang liar yang menjajakan barang dagangan tidak pada tempatnya terutama di kawasan terminal dan pusat pasar pasar Berastagi sekitarnya, membuat sebagian besar pedagang yang selama ini menempati lapak jualannya di losd Jahe Jahe merasa resah.
Pasalnya, selain menimbulkan kesemrautan dan kumuh, ternyata tak sedikit para pedagang yang berjualan di kios atau lapak resmi mengalami kerugian secara materi karena dagangannya tidak laku.
Kondisi ini menimbulkan kecemburuan antar sesama pedagang. Hal itu terjadi diduga faktor lemahnya pengawasan dari pihak yang berwenang, sehingga pedagang liar yang terbiasa sesuka hati menggelar barang dagangannya disembarang tempat seperti di emperan toko, trotoar, badan jalan dan di terminal bus angkutan tanpa ada sangsi tegas dari Pemda Karo, seperti Satpol PP, Disperidag dan dinas Perhubungan.
Dihadapan Wakil Bupati Karo, salahsatu pedagang kain monja, Br Tarigan dengan mata berkaca kaca meminta perhatian dari pemerintah.
“Kami butuh perhatian pemerintah daerah, tolong segera tertibkan para pedagang liar yang berjualan di kawasan pusat pasar Berastagi sekitarnya pak. Karena keberadaan mereka sudah sangat meresahkan kami yang berjualan di bagian belakang pusat pasar Berastagi tepatnya losd Jahe Jahe. Apalagi sejak terjadinya musibah kebakaran pajak tingkat Berastagi 5 tahun yang lalu, dagangan kami kurang laku,” ujar br Tarigan.
Masih beru Tarigan, katanya kepada Wabup, “jika pedagang liar tetap dibiarkan berjualan di sembarang tempat termasuk di area terminal Berastagi, eperan toko, trotoar dan badan jalan, sudah pasti omset penjualan kami menurun karena keberadaan mereka (pedagang liar) sudah terlebih dahulu berada di bagian depan pusat pasar. Tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan, tentunya hal itu juga dapat memperburuk keindahan kota wisata Berastagi dan tata kelola pusat pasar,” kata Br Tarigan diamini para pedagang lainnya.

Menyikapi keluhan sejumlah perwakilan pedagang losd Jahe Jahe tersebut, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan SP didampingi Sekdakab Gelora Kurnia Putra Ginting, Asisten Bidang Pemerintahan Dapat Kita Sinulingga, Kadis Perindag Hendrik Tarigan, Kadis Kominfo Frans Leonardo Surbakti, Kakan Satpol PP Gelora Fajar Purba, Kadishub Frolin Perangin-Angin dan Camat Berastagi, menyambut baik aspirasi yang disampaikan para pedagang, Selasa (16/09/2025) di ruang loby lantai 1 kantor Bupati Karo.
Tanpa mengulur waktu, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan tampak langsung memberikan arahan kepada Kadishub, Kadis Perindag dan Kepala Satpol PP untuk berkoordinasi untuk sementara melakukan himbauan kepada para pedagang liar untuk tidak diperbolehkan lagi berjualan disembarang tempat dan mengarahkan pedagang liar tersebut untuk berjualan di lokasi pasar yang ditentukan.
Dihadapan para pedagang losd jahe-jahe Berastagi, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan berjanji segera menindaklanjuti keluhan yang disampaikan. Namun untuk sementara penertiban pedagang liar dilakukan dengan himbauan secara persuasif oleh petugas, tak hanya di hari hari biasa saja, namun dihari minggu maupun libur nasional juga tetap akan dilakukan pemantauan pengawasan dan tidak menutup kemungkinan jika pedagang liar masih tidak indahkan himbauan petugas maka akan dilakukan sangsi tegas.
“Saya juga sesekali nanti jalan jalan ke pasar Berastagi sambil memastikan situasi disana berjalan sesuai keinginan kita bersama,” ucap Wabup disambut senyum sumringah dan riuh tepuk tangan para pedagang yang datang beraudensi ke Kantor Bupati Karo.
Usai mendengar penjelasan Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, para pedagang merasa puas dengan sambutan dan tanggapan yang disampaikan. Para pedagang juga meminta untuk berfoto bersama dan bersalaman dengan Wakil Bupati Karo dan para pimpinan OPD terkait. (msp)








