IKLAN IKLAN

Pengabdian kepada Masyarakat Perawatan Prakonsepsi Ibu Wanita Usia Subur untuk Pencegahan Stunting Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam

Sumber: Istimewa

Disusun Oleh: Dr. Evi Karota Bukit, SKp., MNS, Dr. Siti Zahara Nasution, SKp., MNS, Dr. Rika Endah Nurhidayah, SKp., M.Pd

STUNTING merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, Provinsi Sumatera Utara, khususnya di kota Medan. Salah satu upaya pengentasan stunting jangka panjang adalah melalui perawatan prakonsepsi ibu WUS. Pemberian edukasi perawatan prakonsepsi secara komprehensif dan berkesinambungan kepada ibu Wanita Usia Subur (WUS) sebagai upaya pencegahan dan strategi pengentasan stunting jangka panjang perlu dioptimalkan.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan akan memberikan penguatan kepada kebijakan pelayanan puskesmas sebagai unit layanan primer masyarakat, penguatan pemberdayaan kader kesehatan dan kader stunting dalam perawatan prakonsepsi ibu wanita usia subur untuk pencegahan stunting jangka panjang melaui posyandu.

Untuk mengatasi masalah ini, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara bekerjasama dengan Puskesmas Darussalam, Medan, melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada perawatan prakonsepsi ibu wanita usia subur. Program ini diinisiasi oleh tiga akademisi terkemuka dibidang keperawatan komunitas yaitu Dr. Evi Karota Bukit, SKp. MNS, Dr. Siti Zahara Nasution, SKp. MNS, dan Dr. Rika Endah Nurhidayah, SKp. M.Pd.

Program ini diikuti oleh 30 orang kader kesehatan dan kader stunting, 150 orang WUS dari 3 lokasi Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Darussalam. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan kepada para wanita usia subur mengenai pentingnya perawatan prakonsepsi guna mencegah resiko stunting pada kelahiran anak di masa mendatang.

Dr. Evi Karota Bukit, SKp. MNS menyatakan bahwa perawatan prakonsepsi adalah kunci dalam mencegah stunting. “Dengan memberikan edukasi yang tepat kepada para wanita usia subur sebelum mereka merencanakan kehamilan, Diharapkan dapat mengurangi risiko stunting pada anak yang akan lahir”. Program ini melibatkan berbagai kegiatan seperti pendidikan kesehatan, seminar dan workshop, serta pemeriksaan kesehatan rutin ibu WUS.

Selain itu, Dr. Siti Zahara Nasution, SKp. MNS menambahkan bahwa faktor gizi dan kesehatan ibu sebelum hamil sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin. “Kami fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi ibu sejak sebelum kehamilan. Dengan asupan gizi yang baik, risiko stunting dapat diminimalisir,” jelasnya.

BACA JUGA..  Kepala Sekolah MAN 2 Langkat Lena Pohan Langkat Terbuka dan Transparan
Sumber: istimewa

Dalam program ini, para peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pola hidup sehat. Para wanita usia subur juga diberikan suplemen gizi yang diperlukan untuk memastikan kondisi tubuh mereka optimal sebelum kehamilan.
Dr. Rika Endah Nurhidayah mengungkapkan bahwa pendekatan holistik yang dilakukan dalam program ini melibatkan tidak hanya aspek kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.

“Kami ingin memastikan bahwa para wanita usia subur ini siap secara fisik dan mental untuk menjalani kehamilan yang sehat”. Selama program berlangsung, para peserta juga diajak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di Puskesmas Darussalam. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan status gizi, kadar hemoglobin, serta kesehatan reproduksi. Dengan demikian, setiap peserta dapat memantau kondisi kesehatannya secara berkala.

Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan suami atau pasangan dari para peserta. Dr. Evi Karota Bukit, SKp. MNS menekankan pentingnya peran suami dalam mendukung kesehatan istri sebelum dan selama masa kehamilan. “Pemberian edukasi kepada para suami mengenai pentingnya mendukung istri dalam menjalani pola hidup sehat dan memastikan asupan gizi yang cukup harus menjadi perhatian bersama”.

Melalui pendekatan yang konsisten dan komprehensif ini, diharapkan para peserta penyuluhan kesehatan dapat memahami pentingnya perawatan prakonsepsi dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Hasil dari program ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya dalam pencegahan stunting.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga non-pemerintah yang peduli terhadap isu kesehatan ibu dan anak. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan program ini dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam upaya pencegahan stunting.

Salah satu peserta, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Saya jadi lebih paham tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan, perawatan prakonsepsi untuk kesehatan dan gizi ibu sebelum hamil baik. Saya berharap bisa melahirkan anak yang sehat dan tumbuh dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA..  UAS Hari Pertama Di UDA Berjalan Aman

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kerja keras tim yang terlibat. Dr. Siti Zahara Nasution, SKp. MNS mengungkapkan bahwa mereka terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi para wanita usia subur dalam menjaga kesehatannya,” katanya.

Selain edukasi dan pemeriksaan kesehatan, program ini juga mencakup pelatihan keterampilan hidup sehat seperti memasak makanan bergizi dan berolahraga secara teratur. Dengan demikian, para peserta diharapkan dapat menerapkan gaya hidup sehat dalam kesehariannya. Dr. Rika Endah Nurhidayah berharap bahwa program ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang. “Kami ingin melihat generasi mendatang yang tumbuh dengan sehat dan bebas dari stunting,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Darussalam, Medan, menyambut baik program ini dan berharap dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Kami berterima kasih kepada tim akademisi dari Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang telah berkontribusi dalam program ini. Semoga kerja sama ini dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Dengan berjalannya program ini, diharapkan tidak ditemukan stunting di wilayah kerja Puskesmas Darussalam, Medan. Keberhasilan program ini akan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya pencegahan stunting melalui perawatan prakonsepsi ibu wanita usia subur.

Sumber: istimewa

Para peserta yang telah mengikuti program ini juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Dengan membagikan pengetahuan yang telah mereka peroleh, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan prakonsepsi dapat meningkat.
Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan positif. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan masalah stunting di Indonesia dapat teratasi secara bertahap.

Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak tiga kali di Puskesmas Darussalam 1 kali dan dua kali di Posyandu di wilayah kerja puskesmas, bertepatan dengan kegiatan Posyandu yang melibatkan kader-kader kesehatan.

BACA JUGA..  TPL Gelar Pelayanan Kesehatan Bergerak Bagi 800 Warga

Keterlibatan kader Posyandu dalam kegiatan ini memperkuat upaya pencegahan stunting di komunitas. Kader bertindak sebagai penghubung antara petugas kesehatan dan masyarakat, membantu memberikan informasi dan mengawasi kondisi kesehatan WUS di lingkungannya. Melalui program ini, Puskesmas Darussalam berharap dapat mengurangi prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas hidup generasi masa depan.

Kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Darussalam bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku wanita usia subur (WUS) dalam perawatan prakonsepsi guna mencegah stunting jangka panjang.

Program ini dimulai dengan memberikan edukasi terkait pentingnya asupan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan prakonsepsi, serta perencanaan kehamilan yang sehat. Pada tahap awal, dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal ibu WUS mengenai perawatan prakonsepsi dan hubungannya dengan pencegahan stunting. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pemahaman yang masih terbatas tentang pentingnya persiapan kesehatan sebelum kehamilan dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak di masa depan.

Setelah pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan intensif, dilakukan post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu WUS. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan. Sebagian besar ibu WUS menjadi lebih memahami pentingnya menjaga status gizi dan kesehatan sebelum kehamilan, serta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dalam merencanakan kehamilan secara sehat.

Perubahan perilaku pun tampak, dengan meningkatnya frekuensi pemeriksaan kesehatan dan pola makan yang lebih teratur sesuai rekomendasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan prakonsepsi dalam upaya pencegahan stunting jangka panjang.

Melalui program ini, Fakultas Keperatan Universitas Sumatera Utara dan Puskesmas Darussalam, Medan, berkomitmen untuk terus mendukung kesehatan ibu dan anak demi masa depan bangsa yang lebih baik. Semoga program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam upaya pencegahan stunting. (*)