IKLAN IKLAN

Pascabanjir Tapteng, Masinton Pasaribu: Sewa 20 Alat Berat Masih Kurang

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, serta para Bupati dan Walikota Se-Sumut serta unsur Forkopimda melakukan Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumut. (Diskominfo Sumut for Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Pascabanjir di Tapanuli Tengah (Tapteng), berbagai jenis alat berat sangat dibutuhkan. Proses penanggulangan bencana disana, kini berada pada fase transisi dari darurat ke pemulihan. Berbagai upaya telah dijalankan, seperti pembersihan pemukiman warga.

Namun pemerintah daerah (Pemda) Tapteng masih mengalami hambatan atau kesulitan, termasuk kekurangan alat yang mumpuni untuk mengangkut tanah dan gelondongan kayu. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembersihan pemukiman, alur sungai dan daerah yang dipenuhi sedimen tanah, lumpur dan juga gelondongan kayu.

BACA JUGA..  Pelaku Pembacokan Jaksa Kejari Deliserdang Masih Jalani Pemeriksaan

“Ini terus bertahap kami lakukan, namun pembersihan kayu dan normalisasi sungai itu membutuhkan alat berat yang banyak,” kata Masinton kepada wartawan usai rapat koordinasi ‘Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (12/1/2026).

Sementara, kata dia, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sudah menyewa lebih kurang 20-an alat dan itu rasanya masih benar-benar sangat kurang.

BACA JUGA..  Kejari Tangkap Ngarijan Salim, DPO Terpidana Korupsi PBB dan BPHTB di Bapenda Deliserdang

Menurut Masinton, kesulitan terjadi karena sebaran yang terdampak bencana sangat banyak titiknya, jadi membutuhkan banyak alat berat.

“Apalagi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan butuh normalisasi dan pengangkutan gelondongan kayu butuh alat berat yang sangat banyak seperti alat capit,” tutur Masinton.

Cetak Sawah

Pemulihan lainnya yaitu mencetak sawah buat warga yang telah kehilangan lahan karena tertimpa tanah longsor dan banjir. Pada bidang ini, Masinton mengatakan, pada tanggal 15 Januari 2025 Kementerian Pertanian akan melakukan ground breaking di Tapanuli Tengah untuk mencetak sawah-sawah baru.

BACA JUGA..  Besok Polda Sumut Gelar Rekonstruksi Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Karo

“Karena, sebagian besar sawah di Tapanuli Tengah mengalami sedimentasi yang cukup tinggi dan kerusakan sawah itu sangat parah,” tambah Masinton.

Banjir dan longsor melululantakkan 20 Kecamatan di Tapanuli Tengah pada Selasa (25/11/2025) lalu. Akibatnya, sebanyak 129 jiwa meninggal dunia, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (12/1/2026). (msp)