IKLAN
DAERAH  

Mahasiswa KKN 01 STIT Al Washliyah Binjai Gelar Seminar, Dorong Digitalisasi UMKM Desa Perlis

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 01 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Washliyah Kota Binjai  menyelenggarakan kegiatan Seminar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Perlis, Langkat. (Ist/Sumutpost.id)

BINJAI, Sumutpost.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 01 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Washliyah Kota Binjai sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Perlis, Mengusung tema “Perkuat Potensi dan Digitalisasi UMKM di Desa Perlis, Kabupaten Langkat, Senin 10 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pelaku usaha lokal dengan strategi adaptasi bisnis di era digital, 10 Agustus 2026.

Acara yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini dihadiri oleh masyarakat  Desa Perlis, seluruh jajaran perangkat desa, kelompok KKN dari INSAN Binjai, serta para mahasiswa KKN 01, KKN Kelompok 01 ini di Bimbing oleh  Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terdiri dari Dr. H.M. Baihaqi, M.A., Dr. (C). Abdul Rahim, M.Pd., Khairi Maulidya, M.Pd., dan Anita Khairunnisa, M.E.

BACA JUGA..  Polres Binjai Gelar Apel Operasi Lilin Toba 2025, Siap Amankan Nataru

Ketua Panitia penyelenggara, Wely Baskara Naratama, dalam kata sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh elemen desa. Ia menekankan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa untuk membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN 01 di sini tidak hanya sekadar menjalankan tugas akademik, tetapi mampu meninggalkan jejak yang bermanfaat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Perlis melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Wely.

Sementara itu, Kepala Desa Perlis, Junaidi Salim, menyambut baik inisiatif dari kelompok KKN 01 STIT Al Washliyah. Dalam sambutannya, ia menyoroti bahwa potensi sumber daya di desa tersebut sangat besar, namun masih terkendala oleh minimnya pemahaman mengenai pemasaran modern.

BACA JUGA..  Kunjungi Desa Pulau Kampai, Bobby Nasution akan Bangun Puskesmas Rawat Inap, Jalan dan Dermaga

“Digitalisasi adalah kunci agar produk-produk dari Desa Perlis tidak hanya dikenal di lingkup lokal, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas. Kami sangat berterima kasih atas terselenggaranya edukasi ini,” ungkap Junaidi di hadapan para peserta.

Memasuki agenda utama, seminar ini menghadirkan Praktisi UMKM Kota Binjai, Wendy Setiawan, sebagai narasumber. Sebagai pelaku usaha yang memiliki rekam jejak dalam mengelola manajemen bisnis produksi lokal hingga menjajaki platform *e-commerce*, Wendy membagikan wawasan taktis mengenai transisi dari pasar konvensional menuju ekosistem digital.

Dalam pemaparannya, Wendy menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar memiliki akun media sosial, melainkan bagaimana pelaku usaha mampu membangun nilai merek brand value, membedah pentingnya tata letak visual kemasan yang menarik, hingga cara menarik dari konsumen agar penjualan meningkat. Edukasi ini disusun agar mudah diterapkan secara langsung oleh para warga yang  usaha skala rumahan.

BACA JUGA..  Serahkan 150 SK CPNS, Bupati Tapsel Gus Irawan: Saya Butuh 'Agent Of Change'

Seminar ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang hangat, di mana masyarakat Desa Perlis berkesempatan melakukan tanya jawab langsung terkait kendala pengemasan produk dan pembuatan akun pasar digital. Melalui sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah desa ini, diharapkan UMKM Desa Perlis dapat semakin berdaya saing dan mandiri secara ekonomi. (msp)