DELI SERDANG, Sumutpost.id – Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) Belawan melaksanakan penanaman perdana secara simbolis di lahan produktif di Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa, Rabu 17 Juni 2026. Ini bukti nyata mensukseskan salahsatu program prioritas Presiden Prabowo.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapoksahli Kodaeral 1 Kolonel Mar Rivelson Saragih; Aster Kodaeral 1 Kolonel Laut (Teknik) Evi Bayu; Danpomal Kodaeral 1 Kolonel Laut (PM) Triono Adi Susilo; Dandenintel Kodaeral 1 Kolonel Laut Dwi Prasetyo; Kadispen Kodaeral 1 Kolonel Eko C. Yudianto; Kadister Kodaeral 1 Kolonel Mar Farick; Kadiskum Kodaeral 1 Kolonel Laut Haridus; Kadisenlek Kodaeral 1 Kolonel Laut Robert Sirait.
Juga turut dihadiri Rahman dari PMO Aset PTPN I Regional 1; Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pemkab Deli Serdang hadir, Dian D. Ginting bersama Kepala UPT Pertanian Yanti, serta unsur Satpol PP Deli Serdang.
Usai melakukan penanaman simbolis, Aster Kodaeral 1 Kolonel Laut Evi Bayu menjelaskan kepada media, bahwa kegiatan hari ini adalah bagian penting dalam mensukseskan program ketahanan pangan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
Di lahan produktif seluas 270 hektare tersebut, akan ditanami berbagai jenis tanaman penopang ketahanan pangan seperti; cabai, jagung, padi dan kedelai.
“Kita akan melaksanakannya secara maksimal. Kita akan rangkul masyarakat disini. Bersama masyatakat lahan ini kita jadikan menjadikan wisata pertanian. Kita akan kontrol secara keseluruhan,” ujar Kolonel Evi Bayu.
Kolonel Evi Bayu menambahkan, selaku Aster Kodaeral I, mewakili komandan Kodaeral, mengatakan bahwa peningkatan dari sektor pertanian dengan harapan menjadikan ketahanan pangan untuk wilayah khususnya di Limau Manis.
“Kodaeral I mengajak masyarakat untuk hadir dalam melaksanakan penanaman, pembibitan sampai mendapatkan penghasilan seperti yang kita harapkan dari hulu ke hilir,” ujar Kolonel Bayu.
Selanjutnya, Kolonel Bayu juga menjelaskan, salahsatu fokus penanaman adalah kedelai. Sektor tanaman kedelai akan dimaksimalkan di berbagai wilayah Sumatera Utara.
“Sektor kedelai ini sangat banyak manfaat dan kegunaannya untuk ketahanan pangan khususnya. Dimana untuk mendukung MBG tahu dan tempe, kita akan distribhsikan ke sektor MBG yang ada di wilayah kita khususnya dan bisa menyebar ke wilayah lain. Dan kita bisa buatkan pabrik kedelai disini, sehingga masyarakat bersama kita TNI AL, kita rangkul dan kita ajari bagaimana membuat tempe dan tahu,” tambah Kolonel Evi Bayu.

Pemkab Apresiasi Kodaeral I
Sementara, Dinas Pertanian Deliserdang yang diwakili Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dian D. Ginting, memberikan apresiasi kepada Kodaeral I. Menurut Dian Ginting, pihaknya baru pertama kali melihat berbagai jenis komoditi akan ditanam di lahan seluas tersebut.
“Penanaman berbagai komoditi di lahan seluas ini pasti akan mendukung ketahanan pangan di daerah Deliserdang khususnya terutama di daerah Limau Manis. Apalagi kita tahu, semua pengusaha tahu tempe bahan baku kedelainya berasal dari luar atau impor. Dengan kondisi sekarang harga (kedelai) sangat tinggi, sehingga pengusaha sangat kesulitan mendapatkan bahan baku. Jadi, dengan adanya ini pengusaha tahu tempe yang UMKM akan terbantu juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan, untuk tanaman cabai salahsatu penyumbang inflasi, sehingga dengan penanaman ini bisa mengontrol inflasi khususnya di Kabupaten Deliserdang,” ujar Dian Ginting sembari menambahkan, kerjasama ini bisa berkelanjutan khususnya di bidang pertanian dari hulu ke hilir.
Sementara PTPN I regional 1, mengatakan pihaknya secara resmi melaksanakan kerjasama dengan Kodaeral I untuk mengelola lahan seluas 270 hektare.
“PTPN I Regional 1 benar telah melakukan kerjasama dengan Kodaeral I Belawan untuk areal seluas 270 hektar, yaitu areal pada sertifikat HGU 98 dan 99 Medan Sinembah. Kerjasama ini kami lakukan sebagai salah satu cara untuk recovery aset. Artinya untuk penyelamatan aset negara, dimana hari ini di lokasi ini arealnya negara itu tidak dikuasi oleh PTPN, tapi dikuasi oleh masyarakat yang tidak memiliki alas hak. Jadi kami bersama Kodaeral I Belawan melakukan upaya untuk penyelamatan aset negara,” ujar Rahman dari PMO Aset PTPN I Regional 1.

Rangkul Masyarakat Pengelola Lahan
Kolonel Evi Bayu dan Kolonel Eko C Yudianto menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk merangkul masyarakat yang selama ini telah mengelola di areal 270 hektar yang akan dijadikan lahan ketahanan pangan.
Kedua perwira menengah TNI AL tersebut mengatakan bahwa Kodaeral I Belawan sudah melakukan komunikasi langsung kepada masyarakat bahkan sampai door to door.
“Yang pertama kita lakukan pendekatan kepada masyarakat seperti diskusi, sharing dan menjadikan musyawarah apa yang akan kita kerjakan kedepan itu semua terwadahi. Kita mendatangi, mengumpulkan masyarakat bahkan secara door to door pun kita lakukan. Mari kita rangkul, mari kita ciptakan situasi yang kondusif di wilayah ya, untuk apa, untuk memaksimalkan sumber daya meningkatkan penghasilan masyarakat. Kita ajak masyarakat bersama-sama,” ujar Kolonel Evi Bayu didampingi Kolonel Eko C Yudianto.
Di kesempatan yang sama, Kolonel Eko C Yudianto meluruskan pemberitaan yang tidak tepat di sejumlah media yang mengatakan ada oknum TNI AL mendatangi lahan.
“Kami sampaikan bukan oknum. Kita TNI AL. Kita melaksanakan kegiatan ini berdasarkan aturan yang jelas. Kami melakukan sosialisasi dan mendatangi masyarakat door to door. Mendatangi tokoh masyarakat dan para ketua, kami sampaikan bahwasanya kita bukan OTK. Kepada tokoh masyarakat kita sampaikan bahwa kita TNI AL. Kita tidak ada melakukan teror,” tegas Kolonel Eko C Yudianto, sembari menjelaskan bahwa pimpinan Kodaeral I Belawan menekankan, di lapangan untuk kegiatan yang humanis kepada masyarakat.
“Kita berupaya rangkul masyarakat. Ayo kita kelola lahan ini dengan maksimal. Jika ada masyarakat yang menunjukkan surat atau sertifikat lahannya, kami akan klarifikasi ke PTPN. Jika itu sah, kami tidak akan kelola. Tapi, jika surat itu tidak sah, kami akan tetap mengelola lahan ini, dengan tetap memberikan tali asih sesuai dengan yang telah ditentukan. Kami pastikan tali asih diberikan,” ujar Kolonel Eko C Yudianto mengakhiri. (msp)







