IKLAN
DAERAH  

Kiat Gus Irawan Akses Bantuan Pusat Pasca Bencana, Hingga Presiden dan Menteri Cepat Bantu dan Kunjungi Daerahnya

Presiden RI Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Gubsu Bobby Nasution didampingi Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu saat mengunjungi Tapsel beberapa waktu pasca bencana. (Ist/Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Pasca bencana banjir bandang yang melanda Sumatera, dipenghujung 2025, membutuhkan kepiawaian kepala daerah untuk mendatangkan bantuan dari berbagai arah terutama pemerintah atasan. Kuncinya adalah data, pendataan akurat dan melaporkan dengan cepat.

Ternyata inilah kiat yang diterapkan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu beserta jajarannya, sehingga Presiden, Wakil Presiden, beberapa Menteri, BNPB, TNI/Polri, Gubsu dan NGO menyalurkan bantuan dan juga turun langsung memberi motivasi moral bagi para korban.

Kepada media, Rabu (1/4/2026), Gus Irawan kembali merespon pujian yang sudah disampaikan Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat berkunjung menyerahkan 120 kunci rumah hunian tetap di Desa Hapesong Tapsel pekan lalu.

“Kehadiran negara dalam penanganan bencana di Tapsel luar biasa. Kami merasakan kehadirannya dan mengucapkan terimakasih. Terbukti dari pejabat negara, Presiden, Wakil Presiden, Menteri Kabinet Merah Putih, bahkan ada yang berulang kali datang. Kita mengerti kehadiran mereka untuk mengecek situasi dengan ‘base on data dan evidence base’ yang kita punya,” ucapnya.

Bupati Tapsel dampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka saat kunjungi Tapsel saat bencana. (Ist/Sumutpost.id)

Mantan Anggota DPR RI itu menyampaikan, secara pribadi mengerti betul terkait peran negara. Bahwa sebetulnya negara menyiapkan banyak dana siap pakai yang dikelola pemerintah pusat. Tapi dana itu sebaiknya tidak ditunggu turun. Tetapi di jemput agar segera turun dengan menyodorkan kondisi lapangn lewat arus data yang sudah terverifikasi dan tervalidasi.

BACA JUGA..  Deliserdang Terima Bantuan Bedah Rumah dari Pemprov Sumut

“Perhatian pemerintah yang sangat besar itu memotivasi saya dan jajaran. Bahasa saya begini, jangan orang pula lebih bersungguh menangani bencana ini. Mereka sifatnya membantu, justru kita di Tapsel yang paling bertanggungjawab atas situasi tersebut. Kalau orang mau membantu maka semangat kita harus dua kali lipat dari mereka yang mengulurkan bantuan,” terang Gus Irawan.

“Nah ini negara membantu, NGO juga banyak mengulurkan tangan, banyak organisasi. Tentu itu selalu jadi bahan saya bahwa mereka membantu karena didorong rasa kemanusiaan. Jangan kemudian kita yang di daerah kalah semangat dengan mereka yang membantu,” tambahnya.

Sehingga, hal itulah yang kemudian membuatnya mengeksplore data semaksimal mungkin yang valid dan terverifikasi.

“Apalagi misalnya terkait berbagai bantuan-bantuan Pak Mendagri. Waduh, mungkin di awal-awal bencana kita hampir tiap hari zoom. Kemudian setelah beliau Kasatgas kita komunikasi lebih intens lagi. Pak Mendagri selalu mengingatkan data, data, dan data. Kesungguhannya luar biasa. Nah, kalau Pak Mendagri ini ke Tapsel sudah tak terhitung. Menteri PU juga. Bukan saja soal bantuan hunian tapi juga soal pengelolaan air minum. Yang harusnya hari libur pun beliau malah berkunjung ke Tapsel. Di hari libur, hari Minggu, hari raya Imlek datang. Itu menunjukkan kesungguhan. Jangan pula orang dari pusat, NGO dan organisasi lain lebih bersungguh menyelesaikan bencana ini daripada kami yang di daerah. Karena sesungguhnya yang paling bertanggungjawab adalah kita sendiri di Tapsel,” jelasnya.

BACA JUGA..  Di Tengah Luka Bencana, PDIP Rayakan Natal Bersama Warga Tapanuli Tengah
Mendagri M Tito Karnavian dan Menteri PKP serta Kepala BPS RI pada penyerahan Huntap di Tapsel. (Ist/Sumutpost.id)

Menteri PKP Fasilitasi Bantuan dari Buddha Tzu Chi

Dengan data itu pula, bantuan tak hanya turun dari APBN, tetapi juga menyentuh swasta seperti Yayasan Buddha Tzu Chi.

Menurutnya, keterlibatan Yayasan Buddha Tzu Chi  dalam membantu pembangunan 227 rumah hunian tetap di Tapsel merupakan inisiatif dari Menteri Maruarar yang kemudian menggalang untuk gotong royong.

“Menteri Maruarar memfasilitasinya. Bukan uang kecil yang mereka bawa. Ada 227 rumah yang mereka bantu,” jelas Gus Irawan

Karenanya, Tapsel merasa punya tanggungjawab moral yang lebih besar dan perhatian atas berbagai pihak yang mengulurkan bantuan.

“Luar biasa. Pak Menteri ini dari awal bencana sudah mengajak kita zoom, melibatkan berbagai kementerian,” sebutnya.

Semakin Cepat Kirim Data Semakin Cepat Turun Bantuan

Bagi Gus Irawan, soal data tentu wajib valid. Caranya, sebagai Kepala Daerah jangan hanya menunggu. Tetapi langsung turun ke ke seluruh jajaran pemerintahan.

“Saya sampaikan pesan bahwa semua harus terdata dan dipertanggungjawabkan. Di Tingkat dusun dan desa pun saya turun. Kemudian rekap data di kecamatan. Dari kecamatan kemudian masuk kabupaten,” jelasnya sembari menyebut, setiap pegawai pemerintahan harus berjuang optimal memenuhi data masyarakat terdampak.

“Pesan saya keseluruh aparatur, semakin cepat kita menaikkan data semakin cepat pula kehadiran negara. Ketika APBN sudah turun akan semakin cepat pula masyarakat teratasi kesulitannya,”ungkapnya.

BACA JUGA..  Asisten III Tutup IHT Pemadam I, Bupati Deliserdang Apresiasi Dedikasi Peserta dan Penyelenggara
Menteri PKP dan Mendagri Tinjau hunian tetap di Batangtoru, Tapsel. (Ist/Sumutpost.id)

Jangan Permainkan Bantuan!

Dengan data itu pulalah yang membuat penyaluran bantuan menjadi lebih akurat dan tepat sasaran.

“Setelah bantuan diterima pun kita cross check lagi ke penerima bantuan sampai atau tidak,” tuturnya.

Sebagai Bupati Tapsel, Gus Irawan sudah mewanti-wanti bawahannya kalau ternyata ada penyimpangan bantuan atau tak tepat sasaran, sanksi hukum pidana sudah menanti.

“Jangan coba-coba main-main dengan bantuan. Itu pidana. Saya sudah wanti-wanti sejak awal. Penyimpangan data minor pasti ada tapi itu akan kita verifikasi lagi di tahap kedua nanti. Misalnya jika ada warga yang belum mendapatkan bantuan nanti akan diusulkan berikutnya,” ungkapnya.

Bupati juga selalu memastikan semua bantuan memang tersalur dengan tepat sasaran untuk pengungsi.

“Kalaupun di dalam perjalanan ada orang yang belum terdata akan kami masukkan di tahap kedua,” jelasnya.

Tapsel Terima Huntap 1.801 Unit

Terkait jumlah bantuan Hunian Tetap (Huntap) yang akan diterima warga nantinya akan mencapai 1.801 unit. Progres pembangunannya berlanjut sampai kemudian semua mendapatkan hunian tetap.

Adapun rincian Huntap itu, 200 unit huntap yang insitu lalu ada 133 eksitu mandiri, serta 1.444 yang terpusat. Jadi totalnya sudah 1.777.

“Tapi kemudian nanti ada tambahan 24 lagi karena ada data baru sehingga totalnya menjadi 1.801 unit,” terangnya sambil menyebut ini nanti termasuk stimulan perbaikan rumah rusak berat. (msp)