MEDAN, Sumutpost.id – Kepanikan akibat narasi pemerintah yang mengumumkan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya 21 hari ke depan, masih berlanjut hingga hari ini. Bahkan pantauan di lapangan, hampir semua SPBU di Kota Medan Dipenuhi warga hingga terjadi kemacetan parah.
Pantauan di beberapa jalan utama Kota Medan, Jumat 6 Maret 2026 pada pukul 07.00 WIB, seperti di Jalan Sisingamaraja mulai dari Amplas sampai ke underpass perempatan Jalan Brigjend Katamso, terdapat 5 SPBU disesaki warga yang mengantri mengisi BBM. Kemacetan pun terjadi. Pemandangan serupa di Jalan Pertahanan Patumbak. Satu-satunya SPBU disana juga macet parah.
Hal yang sama juga terjadi di SPBU Singapura Station di Jalan Brigjend Katamso. Semua jenis kendaraan menumpuk disana. Bahkan antrian di tepi jalan sudah sangat panjang.
Kondisi ini bisa makin parah menjelang sore hingga malam hari. Bahkan aksi masyarakat yang ingin menambah stok bisa menimbulkan atau berpotensi kelangkaan BBM jika konflik global terus memanas.
Pantauan di lapangan, untuk menertibkan antrian masyarakat telah hadir pihak kepolisian di setiap SPBU. Kepada media, personil yang bertugas menghimbau warga agar tetap tertib saat mengantri, jangan saling mendahului dan ikuti jalur antrian.
Sementara itu, warga yang ikut mengantri mengatakan bahwa mereka takut tidak mendapatkan BBM untuk kendaraannya makanya rela menunggu hingga berjam-jam.
Diketahui, aksi panic buying ini dipicu kekhawatiran publik setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan sekitar 21 hari ke depan.

Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada penutupan jalur pelayaran minyak dunia di Selat Hormuz. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute perdagangan minyak paling vital di dunia.
Kondisi serupa juga telah terjadi sejak tadi malam di beberapa kota, seperti Binjai, Deliserdang hingga Tebingtinggi.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai langkah antisipasi distribusi BBM di Sumatera Utara untuk meredam kepanikan warga. (msp)







