MEDAN, Sumutpost.id – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. mengajak ratusan mahasiswa baru Universitas Al Wasliyah Medan memahami makna bela negara dan menjauhi narkoba. Pesan itu disampaikan Kombes Jean saat menjadi narasumber kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Universitas Al Wasliyah Medan, Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (2/10/2026).
Dalam kuliah umum tersebut, Kapolrestabes menegaskan bela negara tidak berarti harus menjadi anggota militer atau kepolisian. Mahasiswa juga dapat berperan melalui sikap positif, keberanian menyampaikan pendapat serta menjaga diri dari berbagai ancaman, termasuk narkoba.
“Bela negara bukan mewajibkan kamu untuk menjadi militer atau polisi. Di kampus juga ada faktor-faktor yang masuk menjadi bela negara,” katanya.
![]()
Kombes Jean Calvijn Simanjuntak kemudian menayangkan video tentang Panca dan Sila untuk menggambarkan dampak penyalahgunaan narkoba. Panca yang semula berprestasi dan memiliki karier baik mengalami perubahan setelah mengenal narkoba dari lingkungan pertemanan.
“Orang yang pintar bisa hancur dengan narkoba,” ujar mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut itu.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mencoba narkoba, karena pendidikan, prestasi maupun kondisi ekonomi tidak menjamin seseorang terbebas dari dampaknya.
“Sepintar apa pun dan sebanyak apa pun yang kalian punya, sekaya apa pun kalian jika dihadapkan dengan narkoba akan jatuh,” katanya.
Suasana semakin interaktif ketika Kombes Jean Calvijn memberikan sejumlah pertanyaan kepada mahasiswa terkait materi yang disampaikan. Beberapa mahasiswa diminta maju dan menjelaskan pelajaran yang mereka dapat dari kisah Panca dan Sila.
Jawaban mahasiswa yang disambut respons Jean membuat suasana kuliah umum semakin hidup. Jean juga memberikan cenderamata kepada sejumlah mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan, menambah riuh suasana di tengah kegiatan.
![]()
Di akhir penyampaiannya, Kapolreatabea mengajak mahasiswa tidak menyerah ketika menghadapi keterpurukan serta membantu teman yang mengalami persoalan.
“Walaupun kalian di titik nadir terendah, jatuh, tetapi pelan-pelan bangkit, kalian pasti bisa,” ujarnya. (msp)
