TAPSEL, Sumutpost.id – Ada tiga hal penting yang perlu dijaga oleh masyarakat pada suasana pemulihan daerah terlebih pasca bencana. Yaitu menjaga kekompakan, menciptakan suasana kondusif, serta meninggalkan kebiasaan ekonomi yang kurang sehat.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) pada pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Dusun Sabatolang, Desa Sarogodung, Kecamatan Sipirok, Selasa 7 April 2026.
Pemilik pesantren Darul Mursyid yang akrab disapa JSR ini, juga berpesan agar warga terlebih para kaum ibu lebih membatasi ketergantungan ekonomi pada pinjaman ‘mekar’, yang dinilai kurang tepat.
Begitupun, Pemkab Tapsel bersama berbagai pihak tengah menyiapkan solusi melalui penguatan koperasi desa serta program pembiayaan yang lebih ringan bagi masyarakat.
Disebut, kegiatan religius dalam suasana Syawal ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebangkitan masyarakat pascabencana.
“Apresiasi atas kekompakan dan soliditas BKMT yang terus aktif membina umat melalui kegiatan keagamaan,” sebutnya sambil menyampaikan permohonan maaf lahir dan bathin kepada seluruh masyarakat Tapsel.
“Dalam suasana Syawal ini, saya mewakili Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan bathin. Selama satu tahun kepemimpinan kami tentu masih banyak kekurangan,” ungkapnya.
Diterangkan, satu tahun perjalanan pemerintahan pasangan Bupati dan Wakil Bupati diwarnai berbagai bencana alam yang terjadi bertubi-tubi sejak November 2025 hingga awal tahun 2026. Namun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pemerintah daerah dalam membangun kembali Tapsel.
Menurutnya, pemerintah pusat bahkan memberikan apresiasi karena Tapsel dinilai sebagai daerah tercepat dalam penanganan pascabencana.
“Hari ini tidak ada lagi warga kita yang tinggal di tenda pengungsian. Semua sudah mendapatkan hunian tetap maupun hunian sementara. Ini bukti kerja keras dan doa seluruh masyarakat,” jelasnya.
Wakil Bupati mengungkapkan, kebutuhan anggaran pemulihan infrastruktur daerah mencapai sekitar Rp 2,7 triliun, meliputi pembangunan kembali sekolah, jalan, irigasi serta sarana pertanian yang terdampak bencana.
Selain pembangunan hunian tetap, pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti peternakan ayam, budidaya ikan bioflok, hingga penguatan sektor pertanian yang terdampak bencana seluas sekitar lebih kurang 3.000 hektare.
“Kami bersama Bupati terus berpikir dan bekerja tanpa lelah untuk membangun Tapanuli Selatan agar pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” tegasnya.
Tokoh masyarakat Muhammad Subukhi Siregar menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kehadiran Wakil Bupati di Desa Sarogodung yang diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Sementara itu, Al Ustadz Edi Fikriadi Siregar dalam tausiyahnya mengajak jamaah meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan mengikuti pengajian akbar tersebut.
Ia juga menyampaikan tiga hikmah halal bihalal, yakni pahala dari doa dan salam, pahala berjabat tangan, serta pahala saling memaafkan sebagai penguat ukhuwah Islamiyah.
Pengajian Akbar BKMT Desa Sarogodung pun menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun Tapanuli Selatan yang religius, kompak, dan semakin bangkit menuju masa depan yang lebih baik. (msp)







