BRANDAN, Sumutpost.id – Gedung sekolah Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) di Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat sangat memprihatinkan. Dua unit kamar mandi tidak berfungsi dengan baik sehingga sehingga menyulitkan anak didik membersihkan diri.
Melihat kondisi bangunan dan fasilitas PAUD tersebut, para orang tua murid buka bersuara meminta Dinas Pendidikan Langkat mengevaluasi kinerja kepala sekolah tersebut.
Inportasi yang diperoleh Sumutpost.id di lapangan bahwa sekolah PAUD/TK tersebut adalah milik Pemkab Langkat.
“Kalau saya tidak salah gedung tersebut sudah berdiri tahun tujuh puluhan. Dan ditahun 2021 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dibangunlah toilet untuk memudahkan para siswa/siswi juga para guru saat menjalankan tugas belajar mengajar untuk membersihkan diri,” ujar H.Kadri Munir Koto, salah satu tokoh masyarakat Brandan.
Ia menambahkan, sungguh ironis toilet yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tidak berpungsi dan terkesan mubhazir alias terbengkalai. Itu perlu mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Pemkab Langkat, katanya.
Gedung TK (PAUD) tersebut memiliki 3 lokal ruang belajar tapi hanya dipakai 2 lokal. Sementara dewan guru berjumlah 4 orang, 2 ASN dan 2 tenaga honorer hingga seluruhnya berjumlah 6 orang guru.
Melihat kondisi gedung pendidikan anak usia dini yang tidak diurus dengan baik, Sumutpost.id mencoba meminta konfirmasi dari kepala sekolah TK, Parida boru Sihombing.
Saat Sumutpost.id menemui Parida boru Sihombing, kepala sekolah tersebut langsung menghindari wartawan. Bahkan ketika dipanggil, Parida boru Sihombing langsung masuk ke dalam rumah dimana posisi rumahnya bersebelahan dengan sekolah tersebut.
Karena kepala sekolah tidak bersedia dimintai keterangannya, pada pemberitaan selanjutnya, Sumutpost.id akan meminta tanggapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat. (msp)








