IKLAN

Dua Rumah Kontrakan Di Tebingtinggi Hangus Terbakar, Seorang Wanita Tewas

Kobaran api tampak menghanguskan rumah kontrakan dan petugas berusaha memadamkannya disaksikan warga. (AM Sitorus/Sumutpost.id)

TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kota Tebingtinggi. Kali ini dua unit rumah kontrakan yang terletak di Jalan Sei Agul, Lingkungan VI, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi hangus dilalap si jago merah hingga menewaskan seorang perempuan stroke karena terjebak di dalamnya, Minggu (1/2/2026)

Peristiwa terbakarnya dua unit rumah tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Api pertama kali muncul dari bagian belakang rumah kontrakan yang ditempati korban (meninggal dunia), bernama Hafizah Nasution (50), warga Jalan Sei Agul, Kelurahan Durian, Kota Tebingtinggi.

Dalam hitungan sekejap, api cepat membesar dan melalap seluruh isi bangunan. Sementara secara bersamaan, api juga merambat ke rumah kontrakan di sebelahnya, milik Moide br. Lumbanraja.

Setelah 4 unit mobil dari Dinas Damkar Pemko Tebingtinggi terjun ke lokasi kejadian, warga yang sebelumnya sudah teriak kalau di dalam rumah masih ada seorang wanita terjebak di dalam berusaha memadamkan api bersama warga yang turut memadati lokasi. Lebih kurang hampir satu jam lebih, api baru berhasil dijinakkan.

Saat disisir, petugas menemukan jasad korban dalam kondisi telungkup di bawah tumpukan puing bangunan yang hangus terbakar. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dari lokasi kejadian.

BACA JUGA..  Tiga Pekerja Tersengat Listrik Saat Pasang Tiang WiFi, Satu Meninggal Dunia
Atas: Jenazah korban meninggal dunia gara gara terjebak dalam kobaran api yang rumahnya terbakar sedang dievakuasi petugas. (Bawah) warga  sedang bertakziah atas meninggalnya korban. (AM Sitorus/Sumutpost.id)

Menurut keterangan pemilik rumah kontrakan, Moide br. Lumbanraja, saat kejadian korban tinggal di rumah bersama cucunya yang berusia 12 tahun, sedangkan anak korban tengah berada di Medan. “Pas cucunya keluar rumah beli sarapan, dari belakang rumah korban terlihat api”, kata Maide di lokasi kejadian.

Moide juga menjelaskan, korban sudah lama mengalami stroke (lumpuh), sehingga kuat dugaan saat kejadian korban tidak bisa menyelamatkan dirinya.

“Mungkin karena lagi stroke itu lah, korban tidak bisa menyelamatkan diri. Sedangkan anaknya lagi di Medan. Kami juga sudah berusaha ingin menolongnya, tapi api nya cepat kali marak pak”, ujar Moide.

BACA JUGA..  Arnold Manurung Tegaskan Tudingan Mahasiswa kepada dr. Asri Ludin Tambunan Adalah Hoax

Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Tebingtinggi selain mengevakuasi korban yang meninggal dunia juga olah tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan jasad korban yang meninggal dunia akibat terjebak kobaran api, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi untuk divisum.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi, AKP Mulyono dalam rilisnya mengaku penyebab terbakarnya rumah masih dalam penyelidikan. “masih kami dalami”, ujarnya sambil menyebutkan kerugian materiil masih dalam pendataan.

Sementara di sekitar lokasi kejadian, wargaterlihat memasang tenda STM untuk keperluan malayat bagi warga yang ingin bertakziah ke rumah duka. (msp)