IKLAN IKLAN

Dua Maling Babak Belur Diamuk Massa di Batang Kuis, Sepeda Motor Dibakar

Kolase: Kondisi kedua maling usai dihakimi massa di daerah Kecamatan Batang Kuis Deliserdang. Sepeda motornya juga dibakar hingga tinggal rangka gosong. (Ist/Sumutpost.id)

BT KUIS, Sumutpost.id – Suasana Desa Baru, Kecamatan Batang Kuis, Jumat (12/9/2025) sore berubah mencekam. Dua pria yang nekat mencuri sepeda motor di sebuah grosir tertangkap basah. Massa di lokasi yang mengetahui, langsung tergerak lalu menghakimi pelaku.

Kejadian bermula sekitar pukul 14.40 WIB. Salah seorang pelaku berusaha mengalihkan perhatian pemilik grosir dengan membeli rokok, sementara rekannya menyelinap masuk ke ruko sebelah untuk menggasak sebuah sepeda motor Beat. Motor tersebut bahkan sempat berhasil dikeluarkan dari dalam ruko.

Namun, naas. Aksi itu keburu dipergoki oleh pemilik warung yang sigap berteriak meminta tolong. Salah seorang warga yang sedang berbelanja ikut mengejar dan berhasil menangkap tangan pelaku. Sontak, suasana mendadak ricuh. Warga yang melintas ikut berkumpul, hingga dalam hitungan menit kerumunan semakin membesar.

BACA JUGA..  Polda Sumut Tangkap 2 Pelaku Pembuat Uang Palsu Rp130 Juta

Pelaku yang mencoba kabur pun tak bisa berkutik. Ia berhasil dibekuk pemilik grosir, lalu diseret keluar. Kedua maling itu akhirnya jatuh ke tangan massa yang sudah kalap oleh amarah.

Suara teriakan dan pukulan silih berganti. “Cukup sudah maling-maling bikin resah di kampung ini!” teriak salah satu warga dengan nada geram. Tubuh kedua pelaku babak belur dihantam kayu, pukulan tangan, hingga tendangan bertubi-tubi.

BACA JUGA..  Sindikat Sabu Tanjungbalai-Malaysia Dibongkar Ditres Narkoba Poldasu

Tak hanya mereka, motor yang digunakan untuk beraksi pun diluapkan amarah warga: diseret ke tengah jalan, disiram bensin, lalu dibakar hingga hanya menyisakan rangka hangus. Api menyala tinggi, membakar emosi warga yang sudah lama terpendam.

Beberapa warga sempat mencoba menenangkan, namun teriakan amarah lebih dominan. “Biar kapok maling lain kalau mau coba-coba di kampung kami!” seru warga lain.

Kedua pelaku hanya bisa meringis kesakitan, wajah lebam, tubuh penuh luka, nyaris tak sanggup berdiri. Sesekali terdengar rintihan lirih mereka meminta ampun, namun tak digubris oleh massa yang terlanjur murka.

BACA JUGA..  Pendaftaran Ditolak, Masinton Pertanyakan Moral dan Integritas Komisioner KPU Tapteng

Tak lama berselang, aparat kepolisian bersama Kepala Desa Baru tiba di lokasi. Dengan susah payah mereka mengevakuasi kedua pelaku dari amukan warga. Keduanya segera digiring ke Puskesmas Batang Kuis untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka parah yang diderita.

Kejadian ini menjadi potret betapa masyarakat sudah kehilangan kesabaran terhadap maraknya pencurian motor dan begal yang meresahkan. Dibalik wajah babak belur para maling itu, tersisa pesan getir: amarah yang dibiarkan bisa berubah menjadi hukuman jalanan yang jauh lebih sadis dari sekadar jeruji besi. (msp)