IKLAN

Diduga Disambar Petir, Pria di Sergai Ditemukan Tewas di Ladang Sawit

Personil Polsek Kotarih Iptu Ahmad Mula, menunjukkan lokasi ditemukannya korban. (HO/Sumutpost.id)

BINTANGBAYU, Sumutpost.id – Seorang pria ditemukan tewas diduga tersambar petir di ladang sawit, tepatnya di pinggir Sungai Balutu, Dusun IV, Desa Sarang Giting Kahan, Kecamatan Bintangbayu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (9/7).

Kapolsek Kotarih Iptu Ahmad Mula Purba saat dikonfirmasi, Rabu (10/7) membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut. Ia korban diduga tewas karena tersambar petir.

“Benar, peristiwanya semalam Selasa, (9/7) sore sekitar pukul 16.45 WIB. Korban inisial JS (48 th), warga Dusun I Desa Sarang Giting Kahan,” ungkap Kapolsek.

BACA JUGA..  Massa TTB Berencana Unras: Dumas Dugaan Korupsi di Bappeda Mandek, Polres Tebingtinggi Disorot

Ia menjelaskan, setelah mendapat laporan adanya penemuan mayat, ia langsung memimpin personel Polsek Kotarih turun ke lokasi kejadian bersama Tim Unit Identifikasi Satreskrim Polres Sergai untuk melakukan cdk dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat ditemukan, korban tergeletak di pinggir ladang sawit, tepatnya di pinggir Sungai Balutu dengan posisi telungkup. Dari mulut dan wajah mengeluarkan darah, dan sekitar badan korban sudah membiru,” terangnya.

BACA JUGA..  Polrestabes Medan Tembak Pelaku Pembunuhan, Kombes Gidion Ungkap Motifnya

Perwira dua balok emas di pundak ini lebih lanjut menerangkan, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, kondisi cuaca saat itu sangat mendung dan disertai petir.

Korban selanjutnya dievakuasi untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi. Korban tiba di rumah sakit sekira pukul 18.45 WIB, dan pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

BACA JUGA..  Polwan Labrak Suaminya Lettu A Selingkuh di Klub Malam di Medan

Ia menyebutkan, hasil visum luar ahli forensik RS Bhayangkara Tebingtinggi menerangkan bahwa korban meninggal dunia akibat tersambar petir.

“Pihak keluarga sudah membawa jenazah korban untuk disemayamkan di rumah duka,” pungkasnya. (msp)