IKLAN
DAERAH  

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Warning Proses Hukum Mafia Pupuk Subsidi

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu memberikan bantuan BI Sibolga secara simbolik kepada petani. (Aris Barasa/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu mengajak semua elemen masyarakat sama-sama melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi untuk petani.

Dia juga mengimbau kepada warganya untuk tidak takut melaporkan, jika menemukan indikasi penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut.

“Tolong Dinas Pertanian, koordinasi dengan polisi, tangkap mafia pupuknya!,” tegas Masinton Pasaribu di acara penanaman padi unggul varietas Gamagora 7 oleh BI Sibolga di Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Tapteng, Rabu (15/10/2025).

Pihaknya tidak akan berkompromi dengan mafia pupuk, tolong diinfokan, kalau ada distributor yang bermain pupuk subsidi, segera digerebek. Karena itu adalah kejahatan terhadap negara.

BACA JUGA..  Berkunjung ke Tapanuli Tengah, Cak Imin ke Masinton: Emang Elu Bupati di Sini

“Tolong juga dicari, mafia pupuk yang tidak mendistribusikan pupuk bersubsidi untuk petani kecil kita, tapi malah diselewengkan untuk kebun sawit, koordinasi dengan polisi, kita tangkap!” ucapnya.

Masinton mengatakan, dinas pertanian punya kewenangan untuk memerintahkan distributor menjual harga subsidi, tidak boleh menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Segera laporkan ke camat dan dinas pertanian bila menemukan distributor pupuk nakal. Akan langsung ditindak tegas,” cetus Bupati.

BACA JUGA..  SWOI SEHAT Deliserdang Gelar Bukber di Ramadhan Fair 2025

Masinton Pasaribu mengatakan, pihaknya akan fokus mengembangkan pertanian untuk masa depan ekonomi rakyat Tapteng.

“Kita akan membuat aturan area sawah dilindungi, sehingga tidak beralih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit,” ungkap Masinton.

Pihaknya akan membuat moratorium sawit. Area sawit akan dibatasi, cukup yang ada sekarang. Tidak diperbolehkan lagi menanam sawit ke atas perbukitan.

“Kalau dibiarkan, nantinya sawit akan menjadi vegetasi tunggal, dan masyarakat tidak bisa lagi bertanam padi,” katanya.

BACA JUGA..  Dikawal Ketat, Jemaah Haji Asal Tanjungbalai Pulang Dengan Aman

Menurutnya, bertanam pagi lebih oke ketimbang menanam sawit dan hasilnya lebih menguntungkan. Apalagi harga pokok pembelian (HPP) beras di Bulog saat ini telah mencapai Rp 6.500 per kg di tingkat petani.

Terkait akses permodalan, Pemkab Tapteng bersama Bank Indonesia Sibolga akan membantu membuat skema kredit supaya petani tidak terjebak rentenir.

“Bank Indonesia Sibolga ngebantunya jangan nanggung dah, kalau bisa termasuk akses permodalan untuk petani,” harap Masinton. (msp)