TAPTENG, Sumutpost.id – Minggu ketiga pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, korban meninggal tercatat sebanyak 131 jiwa.
Informasi ini, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng.
Data sementara korban meninggal tercatat 131 jiwa, korban selamat dan ditemukan dalam keadaan luka-luka 26 jiwa, dalam pencarian 41 jiwa, dan pengungsi 10.887 jiwa.
Jumlah data pengungsi 10.887 jiwa tersebar 12 Kecamatan, dengan rincian sebagai berikut :
– Kecamatan Pandan 678
– Kecamatan Tukka 855
– Kecamatan Badiri 2.250
– Kecamatan Sarudik 581
– Kecamatan Tapian Nauli 478
– Kecamatan Pinangsori 130
– Kecamatan Sibabangun 969
– Kecamatan Sukabangun 18
– Kecamatan Kolang 1239
– Kecamatan Sorkam 13
– Kecamatan Lumut 203
– Kecamatan Sitahuis 3473 jiwa.

Sementara itu, dua desa berhasil keluar dari status desa terisolir yakni, Kelurahan Sipange (Kecamatan Tukka) dan Desa Hudopa Nauli (Kecamatan Kolang).
Sedangkan 8 desa di 4 kecamatan masih terisolir di tengah upaya pembukaan akses menggunakan alat berat yang terus dilakukan:
1. Desa Saur Manggita (Kecamatan Tukka)
2. Desa Sait Kalangan 2 (Kecamatan Tukka)
3. Desa Sibiobio (Kecamatan Sibabangun)
4. Desa Sialogo (Kecamatan Lumut)
5. Desa Bonandolok (Kecamatan Sitahuis)
6. Desa Naga Timbul (Kecamatan Sitahuis)
7. Kelurahan Nauli (Kecamatan Sitahuis)
8. Desa Simaninggir (Kecamatan Sitahuis). (msp)







