IKLAN IKLAN
DAERAH  

Aliansi Serikat Pekerja-Serikat Buruh PT TPL Bermohon Audiensi ke Ompui Ephorus: Ribuan Umat HKBP Bergantung Hidup ke TPL

Ribuan Buruh Merasa Resah dengan Seruan Penutupan TPL

Pengurus Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh PT TPL yang diwakili Ketua Pangeran Marpaung (kiri) dan Sekretaris Leo Sifing Tobing (kanan), saat menyerahkan surat permohonan audiensi ke Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Viktor Tinambunan, Selasa 13 Maret 2025. (Ist/Ho/Sumutpost.id)

TARUTUNG, Sumutpost.id – Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (ASP/SB) PT Toba Pulp Lestari (PT TPL), menyampaikan surat permohonan audiensi kepada Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Viktor Tinambunan di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa 13 Mei 2025.

Surat bernomor 003/ASP/V/2025 perihal permohonan untuk pertemuan yang dibuat pada tanggal 9 Mei 2025 di Parmaksian, diserahkan oleh Ketua ASP/SB Pangeran Marpaung dan Sekretaris Leo Sifing Tobing, yang diterima Christ Uli Silvana Lumbantobing selaku pegawai bagian pengiriman surat (resepsionis) kantor Pusat HKBP pukul 11.30 WIB. Surat permohonan audiensi tersebut telah dibuat tanda terimanya yang ditandatangani kedua belah pihak.

Surat yang diawali doa itu, meminta kesediaan waktu Ompui Ephorus Pdt. Dr. Viktor Tinambunan kepada Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh untuk bertatap muka dalam forum audiensi kekeluargaan.

Di dalam surat tersebut, ribuan buruh/karyawan PT TPL mengaku dan merasa ketakutan pasca pernyataan Ompui Ephorus HKBP yang disebar melalui akun media sosial facebook yang diupload pada tanggal 7 Mei 2025 yang menyatakan “Tutup TPL”.

BACA JUGA..  Bobby Nasution Tinjau Sempadan Sungai Sibuluan, Pastikan Rekonstruksi Tanggul dan Hunian Warga Dipercepat

“Atas pernyataan itu (Tutup TPL) kami karyawan, buruh atau pekerja merasa khawatir dan takut. Kami ruas HKBP ada ribuan yang menggantungkan hidup di TPL. Jikalah TPL ini tutup karena seruan Ompui, bagaimanalah kelangsungan hidup anak/istri kami kedepannya. Begitu juga dengan pekerja buruh kontraktor yang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan,” ujar Aliansi buruh yang tertuang di dalam surat, yang diterima redaksi Sumutpost.id, Selasa sore 13 Mei 2025.

Masih dalam surat; Kami pengurus serikat pekerja/serikat buruh yang ada di PT Toba Pulp Lestari Tbk yang mayoritas (lebih kurang 95 persen) beragama kristen khususnya HKBP, serta pekerja/buruh di PT TPL Tbk yang mayoritas sekitar 80 persen beragama kristen, merasa statement tersebut dari dari pemimpin rohani yang sangat kami hormati.

BACA JUGA..  Dampak Finansial PT TPL Usai Izin Perusahaan Dicabut Pemerintah

Kami yakin dan percaya bahwa Ompui adalah pilihan Tuhan yang sangat mengedepankan kasih dalam menyelesaikan setiap persoalan. Mungkin informasi yang disampaikan kepada Ompui tidak sepenuhnya tepat, sehingga Ompui membuat statement tutup TPL.

Demi kedamaian ditengah masyarakat, kami sangat berharap agar Ompui dapat memberi ruang dialog kepada kami, Aliansi Pengurus Serikat Pekerja/Serikat Buruh PT Toba Pulp Lestari Tbk untuk menyampaikan secara langsung realitas yang kami alami. Pertemuan ini kami harapkan dapat membuka ruang pemahaman yang lebih adil dan menyeluruh.

Demikian permohonan ini kami sampaikan, kiranya Ompui membuka ruang dialog dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang kami hadapi saat ini. Atas perhatian dan kebijaksanaan Ompui, kami mengucapkan tetimakasih. Surat tersebut ditandatangani ketua dan sekretaris Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh PT TPL.

Kemudian, melalui sambungan telepon, mewakili ketua, Sekretaris ASP/SB, Leo Sifing Tobing mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengharapkan kesediaan Ompui menerima mereka.

BACA JUGA..  Ramai di Medsos: Spanduk Bertuliskan Mahasiswa Jemaat HKBP, Ganti Ephorus Karena Mengadu Domba Jemaat

“Kita dari aliansi berdoa dan sangat mengharapkan kesediaan Ompui menerima kita. Pertemuan ini kami anggap sebagai ruas (jemaat) yang mengadukan keresahan hati kepada Ompui Ephorus,” ujar Leo Tobing, penuh harap.

Ketika ditanya berapa perkiraan hitungan jumlah jemaat HKBP yang bekerja di TPL baik karyawan, buruh ataupun pihak ketiga yang telah menjalin kerjasama dengan TPL, Leo Sifing mengatakan jumlahnya ribuan.

“Karyawan, buruh atau pekerja lainnya yang terhubung dengan perusahaan jumlahnya ribuan. Bila diikutkan istri dan anak, sedikitnya ada 5 ribu jiwa yang menggantungkan hidupnya di perusahaan ini. Itulah dasar keresahan hati kami, sehingga kami datang dengan kerendahan hati sebagai ruas mengadukan nasib kepada Ompui Ephorus di kantor pusat Pearaja,” ujar Leo Sifing kepada Sumutpost.id sembari memastikan bahwa langkah mereka untuk audiensi ini sudah disampaikan ke pihak managemen PT TPL melalui tembusan surat permohonan. (msp)