IKLAN

Tanggapi Kapolsek Pahae Jae Viral Diduga Bahas Pemenangan Salahsatu Cabup Taput, Kabid Humas Polda Sumut Tegaskan Polri Netral

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi. (Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Juru bicara Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi dengan tegas menyatakan bahwa Polri netral di dalam Pilkada serentak 2024. Hal ini menjawab pertanyaan wartawan terkait viralnya aksi Kapolsek Pahae Jae menghadiri pertemuan di rumah warga bernama Martin Sitompul di Desa Silakkitang, Tapanuli Utara, Jumat 27 September 2024 lalu.

Kepala bidang (Kabid) Humas mewakili Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, seluruh anggota Polri tidak diperbolehkan mendukung salah satu calon kepala daerah.

Kombes Hadi mengatakan, bila Kapolsek Pahae Jae diduga mendukung salah satu pasangan calon Bupati Tapanuli Utara karena menghadiri pertemuan bersama Danramil setempat di salah satu rumah warga, itu harus dapat dibuktikan.

“Di pertemuan itu apakah ada foto, video atau rekaman percakapan, bahwa Kapolsek membahas pemenangan calon. Kalau tidak ada bukti, tidak boleh kita menuduh. Karena Polri dengan tegas tidak boleh berpihak, harus netral,” tegas Kombes Hadi Wahyudi, Jumat 4 Oktober 2024.

Masih Kombes Hadi, katanya, seorang Kapolsek atau anggota Polri tidak ada larangan menghadiri pertemuan apalagi yang mengundang anggota DRPD terpilih.

BACA JUGA..  Pastikan Kondisi Sumut Aman, Gubernur Bobby Nasution Ajak Warga Sampaikan Aspirasi Dengan Damai

“Tidak ada salah bila Kapolsek menghadiri pertemuan dengan warga atau tokoh atau anggota DPRD terpilih. Pertemuan dengan berbagai kalangan di momen Pilkada seperti ini, dirasa perlu karena tugas Polri itu mengamankan kamtibmas. Jadi Polri harus netral tidak boleh memihak,” ujar Kombes Hadi.

Diakhir jawabannya, Kombes Hadi Wahyudi menegaskan kembali agar semua anggota Polri khususnya dibawah wilayah hukum Polda Sumut, harus netral. “Tugas Polri menjaga kamtibmas, keamanan dan kelancaran semua tahap Pilkada hingga pencoblosan dan pengumuman pemenang,” ujar Kombes Hadi.

Viral

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial melalui postingan sejumlah akun facebook yang menyebutkan oknum Kapolsek Pahae Jae, Danramil Pahae Jae bersama dengan DPRD terpilih dari PKB Jufri Sitompul, Kepala Desa Silangkitang, Pjs.Kepala Desa Sitoluompu, melakukan pertemuan di rumah warga bernama Martin Sitompul di Desa Silakkitang, Jumat 27 September 2024 kemarin.

Di depan rumah pertemuan mereka tersebut, terpasang baliho Cabup – Cawabup Taput Jonius Hutabarat – Denni Lumbantoruan (JTP – Dens)

Sesuai dengan isi postingan di media soaial facebook dengan akun Dompak Hutaosit Pkb pertemuan tersebut diduga untuk membahas tentang pemenangan dan kontribusi untuk JTP – Dens. Postingan yang sama juga diposting oleh akun facebook Lumban Toruan. Sehingga memancing para warganet untuk turut berkomentar soal kenetralitasan para aparat negera tersebut.

BACA JUGA..  Puluhan Bukti Dugaan Kecurangan Masif Pilkada Taput Dibawa ke MK, Pj Bupati Cawe-cawe, Money Politik hingga Intimidasi

Terkait berita viral tersebut, Desi Pane, salah satu warga Sarulla Pahae Jae kepada wartawan menyanyangkan seorang aparat keamanan dan pemerintah yaitu Komandan Koramil Pahae Jae dan Kapolsek Pahae Jae yang tugasnya mengamankan tahapan Pilkada, memasuki rumah saudara Martin Sitompul yang notabene disebutnya adalah pengurus inti Tim pemenangan JTP-DENS.

“Kehadiran Danramil dan Kapolsek itu sangat salah. Dan saya sebagai warga negara sangat meragukan netralitas mereka dalam tahapan pilkada ini. Yang mana kehadiran mereka berdua ditempat tersebut tidak sedang bertugas dan di dinding rumah saudara Martin Sitompul tersebut banyak ditempel baliho JTP-DENS. Sebagai penyelenggara negara mereka tidak pantas masuk diranah politik praktis,” ujar Desi.

Dompak Hutasoit, Sekretaris PKB Taput saat dikonfirmasi terkait postingannya di akun facebooknya itu mengatakan bahwa ia telah melakukan konfirmasi terhadap Jufri Sitompul, caleg terpilih DPRD Taput dari partainya PKB.

BACA JUGA..  Polda Sumut Tak Kompromi Tumpas Geng Motor Bikin Resah Masyarakat

“Jadi setelah saya konfirmasi, yang  bersangkutan (Jufri-red) mengakui bahwa memang ada pertemuan tersebut. Ada juga oknum kapolsek Pahae Jae dan Danramil di rumah milik Martin Sitompul,” kata Dompak.

Namun lanjut Dompak, Jufri Sitompul menyangkal bahwa pertemuan tersebut untuk membahas pemenangan atau suksesi Pilkada, melainkan untuk menyampaikan undangan terkait pelantikannya sebagai anggota DPRD Taput.

“Makanya saya sampaikan tadi, mana mungkin pertemuan itu hanya untuk mengundang untuk acara pelantikan DPRD Taput. Sedangkan saya selaku sekretaris PKB belum ada pernah diundang dia,” kata Dompak.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernys Sitinjak yang dikonfirmasi sejumlah wartawan lewat pesan WhatsApp belum memberikan jawabannya saat dimintai tanggapan terkait berita yang sudah viral di medsos tersebut.

Sementara itu, Redianto Sinaga, Camat Pahae Jae saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui pertemuan tersebut dan juga tentang adanya kehadiran kepala Desa dalam pertemuan tersebut.

“Saya akan memanggil kades bersangkutan dan meminta klarifikasi atas kehadiran mereka dalam pertemuan dimaksud,” kata Redianto. (msp)